#1 Hari Raya Nyepi disambut dengan Bali Art Festival

Photo : Inan
Minggu (10/3) pukul 14.00 WIB, Balaikota Semarang tampak ramai oleh warga kota Semarang yang antusias untuk menyaksikan Karnaval Seni dan Pawai Ogoh-Ogoh. Meskipun cuaca begitu panas, terlihat jelas antusiasme warga hingga rela memanjat pagar untuk menyaksikan momen-momen langka itu. Acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1935) ini menampilkan Karnaval Seni kota Semarang lintas etnis, agama, dan budaya. Rute Karnaval dan Pawai yaitu start dari Balaikota Semarang-Jalan Pemuda-Tugu Muda-Jalan Pandanaran-dan finish di Lapangan Simpanglima Semarang. Tujuan diselenggarakannya Karnaval Seni dan Pawai Ogoh-Ogoh selain menyambut Tahun Baru Saka 1935, juga sebagai simbol pariwisata budaya dan seni kota Semarang.


Empat Ogoh-Ogoh ditampilkan dalam pawai dan berdiri kokoh di antara para peserta yang berpartisipasi. Diantaranya adalah Ogoh-Ogoh 1, yaitu Buto Ijo; Ogoh-Ogoh 2, yaitu Hiranya Kasipu; Ogoh-Ogoh 3, yaitu Narasinga; dan yang berwarna putih adalah Sri Krishna Awatara. Berbagai komunitas yang ikut meramaikan acara Karnaval Seni dan Pawai Ogoh-Ogoh di antaranya yaitu: Paguyuban Swagatra, Paguyuban Putro Wayah Majapahit, Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani), Yayasan Khong Kauw Hwee, tokoh lintas etnis, budaya, agama, dan masih banyak lagi. Tampak aparat Kepolisian, Polisi Militer, Satpol PP, dan Pecalang yang membantu mengamankan dan mengondusifkan suasana. Stasiun TV swasta Indonesia dan berbagai awak media juga tak kalah untuk meliput jalannya acara.
Pukul 14.45 WIB dilakukan prosesi upacara dan sambutan langsung oleh PLT Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, S.E., M.M.. “Atas nama Pemerintah dan pribadi, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1935). Tahun Baru Nyepi bertujuan sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Pencipta dan menjadi individu yang lebih baik,” ujar PLT Walikota Semarang dalam sambutannya (10/3). Beliau juga menambahkan bahwa dengan diselenggarakannya acara ini, membuat kita lebih memaknai perbedaan. Adanya acara Karnaval Seni dan Pawai Ogoh-Ogoh serta Semarang Lembayung Bali yang telah berlangsung sehari sebelumnya, diharapkan menjadi simbol wisata dan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Semarang. Festival tersebut juga dalam rangka menyukseskan program Visit Jateng Year 2013 dan Ayo Wisata ke Semarang.
Photo : Inan
 Setelah sambutan dari PLT Walikota Semarang dan pembacaan doa, pelepasan para peserta arak-arakan ditandai dengan pemukulan gong. Ketika prosesi arak-arakan berlangsung, beberapa aparat kepolisian terlihat mengawal para peserta dengan menunggangi kuda. Peserta keluar dari halaman Balaikota Semarang menuju Jalan Pemuda dengan tertib. Di barisan terakhir tampak taruna Akademi Kepolisian ikut berpartisipasi dalam acara festival. Dampaknya setelah para peserta meninggalkan Jalan Pemuda dan Kawasan Tugu Muda adalah banyaknya sampah yang berserakan di jalan. Hal ini membuat pemandangan terlihat kumuh. Tampak juga terjadi kemacetan di sekitar Jalan Pemuda dan Tugu Muda. (Sarah)
Publica Health

Publica Health

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.