Bedah Visi Misi Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FKM Undip 2016


Calon 1 (Inna-Adib)

VISI
Mewujudkan BEM FKM Undip sebagai lembaga yang sinergis, positif dan partisipatif sehingga mampu mengukir karya untuk Undip dan Indonesia

Inna dan Adib mempunyai visi membuat BEM FKM positif, sinergis, dan partisipatif sebagai acuan dan tujuan besar bagi mereka agar nantinya internal BEM dapat menjadi pendahulu atau contoh sebagai partisipan yang sinergis dan positif sehingga dapat merangkul teman-teman FKM Undip. Meskipun menurut Inna yang selama dua tahun telah bernaung di BEM, melihat program kerja BEM yang kompleks untuk membuat FKM bresinergis sudah cukup, ini harus tetap dilanjutkan guna membuat FKM lebih baik lagi.

MISI
  • Membangun sistem kerja BEM FKM yang solid, profesional, dan mandiri
Salah satu cara yang ada pada misi mereka adalah dengan mensolidkan sumber daya manusia internal BEM dengan melakukan training orientasi pengurus dalam program kerja 100 harinya nanti. Hal ini dinilai penting karena sebelum mereka melakukan suatu perubahan yang besar akan mulai menguatkan sumberdaya internal BEM terlebih dahulu.
  • Menjaga dan meningkatkan sinergisitas kemitraan dan kerjasama BEM FKM dengan stakeholder baik di internal ataupun eksternal FKM UNDIP
Tidak hanya dalam visi, pasangan ini juga mengusung sinergisitas bersama stakeholder internal maupun eksternal FKM. Sinergisitas secara kasarnya adalah memiliki kesamaan arah dan gerak. Sedangkan dalam sinergisitas kemitraan kita tidak dapat memaksakan mitra kita baik internal atau eksternal untuk memiliki arah yang sama. Namun, dengan jalan lain mereka mencoba untuk menyamakan tujuan namun lewat koordinasi dan komunikasi yang tidak hanya dilakukan ketika even tertentu. Baik pada mitra internal BEM FKM seperti UPK lain dan dekanat FKM, mitra eksternal BEM seperti dengan desamitra binaan atau sponsor-sponsor yang ada akan tetap menjaga koordinasi. Menurut mereka, hal ini baik dilakukan agar mitra yang sudah memiliki hubungan baik ini akan terputus dikarenakan kurangnya koordinasi atau kesalahpahaman akan komunikasi dikarenakan ingin ada even tertentu.
  • Meningkatkan pelayanan mahasiswa yang aspiratif, representatif, integratif dan solutif untuk mendorong peningkatan kreatifitas dan prestasi mahasiswa
  • Melibatkan peran aktif mahasiswa FKM UNDIP dalam mengawal dan menyikapi berbagai isu khusunya isu kesehatan
Pada misi ketiga dimana mereka ingin mendengar aspirasi mahasiswa yang sempat dinilai mirip dengan tugas senat. Namun mereka menjelaskan bahwa hal ini berbeda dari ranah teman-teman senat. Dalam artian, aspirasi yang diminta adalah aspirasi untuk program kerja BEM. Berbeda dengan senat yang menampung aspirasi dalam bidang akademik. Guna mewujudkan misi ini, Inna dan Adib mencanangkan program kerja dalam 100 hari kerja yaitu OBAMA atau obrol bareng mahasiswa yang nantinya akan menampung aspirasi langsung dari mahasiswa.

Melihat visi misi yang dijabarkan pasangan ini lebih condong untung mensejahterakan eksternal BEM, Adib menanggapi bahwa ia ingin perspektif masyrakat FKM dapat melihat bahwa BEM tidak hanya selalu mensejahaterakan internalnya, namun juga dampak memberi kesejahteraan terhadap masyarakat FKM.

Membahas tagline dari pasangan sendiri, memilih bergerak positif karena memiliki dua makna dimana positif merupakan singkatan dari positif sinergis dan partisipatif dan makna yang kedua dimana tujuan nantinya setiap gerakan yang dilakukan akan membawa dampak yang positif. Selanjutnya tagline bersinar yang digunakan sebagai jargon juga berhubungan dengan positif yang diharapkan bersama Inna dan Adib ready membawa dampak positif bagi FKM

Calon 2 ( Adha-Kristian)

VISI
Aksi Nyata dari FKM untuk Indonesia

Visi ini memang sengaja untuk dibuat seringkas-ringkasnya. Hal ini untuk membuat mahasiswa mengingat dengan mudah visinya sehingga apabila disebutkan “Aksi Nyata dari FKM untuk Indonesia” mahasiswa akan tahu dan mengenal bahwa kalimat ini ciri khas dari Adha-Kristian. Walaupun simpel tetapi tidak dilupakan juga entitas dari visi ini yaitu dengan menuangkan langkah-langkah di misinya.

MISI
  • Membangun internal organisasi yang bersifat solid, aktif, professional dan menyenangkan
Adha dan Kristian percaya bahwa kebaikan itu dimulai dari dalam. Bagaimana caranya kita membangun FKM Undip yang terbaik tetapi internal organisasinya kacau. Oleh karena itu, membangun internal organisasi menjadi langkah awal di dalam misi.
  • Meningkatkan iklim kolaboratif dan partisipatif untuk FKM Undip yang terbaik
Permasalahan sekarang adalah organisasi yang ada di FKM tidak memiliki dimensi, sehingga dapat dikatakan organsisasi non-branded. Organisasi di FKM lebih mengutamakan organisasi masing-masing, senat dengan senatnya, PH dengan PH nya dll. Tetapi jarang adanya sifat kolaboratif antar lembaga kemahasiswaan. Apabila sifat kolaboratif ini tercapai, diharapkan adanya sikap kritis dari mahasiswa yang merupakan misi selanjutnya.
  • Membangun sikap kritis dalam menanggapi isu secara mendalam dan komprehensif dengan mengoptimalkan partisipasi mahasiswa
Bagaimana membangun sikap kritis tetapi pada saat terdapat acara atau kajian hanya beberapa saja yang datang. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan membuat kajian isu dengan pembahasan sederhana tetapi dianggap penting oleh mahasiswa. Contohnya adalah peminatan 2014.
  • Meningkatkan citra organisasi dengan mengoptimalkan peran sosial media
Peran sosial media diambil atas dasar salah satu jurnal tentang perilaku hidup mahasiswa jaman sekarang. Perilaku manusia zaman sekarang dibagi menjadi 3:
Perilaku X yang lahir di tahun 40-90an yaitu orang-orang yang lahir saat teknologi belum berkembang sehingga dikenal bekerja keras, suka politik, rusuh, dll. Perilaku Y lahir 90-an sampai 2000 yaitu orang-orang kreatif, lebih suka membaca tulisan digambar daripada hanya tulisan biasa dan out of the box. Perilaku Z 2000-akhir yaitu orang-orang yang lahir saat teknologi berkembang pesat sehingga memiliki sifat pemalas dan pendiam.

Tugas BEM sekarang saat ini lebih kepada pelayanan mahasiswa, berbanding terbalik dengan tugas BEM dulu yang lebih kepada pengkritisan kebijakan pemerintah. Pelayanan mahasiswa berarti BEM yang melakukan pendekatan dengan mahasiswa. Dengan melihat jurnal tadi, kita harus memliki media yang kreatif dan put of the box sehingga pendekatan itu berjalan baik dengan orang mahasiswa zaman sekarang dengan perilaku Y.


Calon 3 (Iqbal-Rio)

VISI
Menjadikan BEM FKM UNDIP sebagai lembaga yang proesional, inovatif dan sinergis untuk FKM Satu


Yang dimaksud FKM satu bukanlah menjadi yang nomor satu. Tetapi harapannya ke depan bisa menyatukan seluruh unsur di FKM. Sehingga dalam prakteknya tidak mengatasnamakan organisasi masing-masing, tetapi tetap satu nama yaitu FKM. Dalam GAMA (Keluarga Mahasiswa), seluruh unsur ikut berkontribusi menjadi satu kesatuan ketika menjalankan suatu program atas dasar usulan dari UPK satu dengan yang lainnya. Di sini, seluruh organisasi ikut merasakan dan punya kepentingan. Bentuk konkret yang menjadi contoh ketika ada kegiatan Hari kesehatan Nasional yang terdiri dari seminar dan hiburan. Disana bisa diberdayakan dengan menggandeng PSM, Studio 8, dan StopHIVa. Segalanya dirancang dan dikomposisikan menjadi program yang besar.

Peran BEM disini menjadi promotor dalam menggerakkan inisiatif UPK agar minimal 2 UPK bergabung dalam menyelenggarakan kegiatan besar tersebut. BEM tidak mengkoordinir tetapi lebih memfasilitasi UPK-UPK bersangkutan. Seperti tagline yang diusung “Peduli dan Bersinergi“ maksudnya adalah peduli dengan karya mahasiswa FKM dan bersinergi dengan bekerja sama.

Visi ini termasuk dalam program 100 hari yang akan dijalani, yaitu Kastrad (kajian dan strategi) dimana pada Rapat GAMA, UPK diberi kesempatan untuk menyampaikan program terbesarnya dan memilih UPK mana yang akan diajak berkolaborasi.

MISI

  • Mewujudkan tata kelola organisasi yang tegas dan transparan
Transparan dari sumber dana sesuai dengan kondisi yang pantas diberikan kepada publik. Dalam hal ini kegiatan intern tingkat fakultas.

  • Meningkatkan kebersamaan dan membangun etos kerja sehingga dapat menciptakan iklim pengurus yang solid guna menunjang totalitas kerja
Kepengurusan yang solid dilihat dari kinerja atau etos kerja. Misalnya dilihat dari kader yang datang saat perumusan suatu kegiatan. Kalaupun kader tidak datang, mereka tetap harus tahu dan memberikan saran untuk kegiatan tersebut. Mereka pun harus tahu jobdesk kegiatan yang dilimpahkan kepadanya. Kepengurusan yang solid juga menekankan kepada kebersamaan. Yang diharapkan disini meskipun berbeda departemen atau berbeda UPK yang diikuti, bisa saling tegur sapa, saling menguatkan, dan tertawa bersama.

Kesolidan juga dibentuk dari kegiatan LKMM Pra Dasar sebagai bentuk pengkaderan mulai dari angkatan. Setelah itu dapat membentuk kesolidan antar angkatan dengan mengangkat program 100 hari yaitu Gathering. Gathering ini sebagai motivasi bagi para mahasiswa baru dalam melihat gambaran nyata pekerjaan yang pernah dirasakan para alumni FKM. Tidak hanya kesolidan angkatan tetapi kesolidan antar UPK juga dirasa perlu. Disini antar UPK bisa saling memberikan kritik dan saran supaya menguatkan satu sama lain. Calon nomor 1 melihat masalah di BEM dan UPK lainnya adalah rasa ingin dipedulikan dan saling mengenal teman se-organisasinya. Untuk itu perlu adanya upaya preventif dengan mengumpulkan para ketua bidang terlebih dahulu kemudian dibentuk kesolidannya. Dengan cara setiap beberapa minggu berkumpul untuk membahas masalah yang ada pada kader-kader di setiap bidang, sehingga dapat dicarikan solusi. Ketika nyatanya tidak solid, maka perlu ada pendekatan interpersonal dari ketua BEM serta memupuk rasa bekerja sama antar-kader meskipun pernah menjadi oposisi.

  • Aktif, solutif dan kreatif dalam mengelola isu strategis
Aktif kuliah dan berorganisasi. Aktif di setiap organisasi atau kegiatan BEM yang diikuti . Solutif dalam pengertian mencari solusi dari berbagai isu secara bersama-sama dan diwujudkan secara nyata. Kreatif dengan memberikan keleluasaan setiap bidang untuk mengembangkan kreatifitas dan inovatifitasnya.

  • Menguatkan jaringan dan ikatan kerjasama kemitraan
Menguatkan jaringan dan kemitraan maksudnya adalah bekerjasama dengan pemangku dana dalam hal pendanaan kegiatan, tidak hanya sekali tetapi ada keberlanjutan atau follow-up. Ada 2 komponen yaitu perusahaan (sekunder) dan alumni (primer) yang akan dibidik dalam hal kemitraan. Pendekatan ke alumni menjadi unsur primer gunanya untuk memberdayakan alumni yang masih punya tanggung jawab moral pada almamater FKM yang termasuk dalam program kerja 100 hari yaitu Gathering alumni.

  • Menjalin koordinasi dan kerjasama yang baik dengan semua unsur internal maupun eksternal FKM UNDIP
Koordinasi dan kerjasama baik secara internal dan eksternal dalam hal ini adalah koordinasi yang se-lini dengan organisasi internal di FKM dan fakultas lain di Undip dan koordinasi eksternal dengan IAKMI atau PERSAKMI.

(Tim Pemiltas PH)
Publica Health

Publica Health

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.