Debat Penutup Pemira Undip 2015


Photo: PH

Senin (14/12) debat terbuka calon ketua dan wakil ketua BEM Undip 2016 dilaksanakan di Student Center Universitas Diponegoro Semarang. Debat ini menghadirkan tiga panelis yaitu Fikri dari Fakultas Hukum (Perwakilan UKM), Tio dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (Ketua Komisi 4 Senat Undip), dan Agung P. (BEM Undip 2015 sekaligus Mawapres I Fakultas Hukum Undip).
Debat dimulai dengan pemaparan visi misi oleh kedua pasang calon. Sayangnya, calon ketua BEM nomor urut 1 tidak dapat hadir. Pada sesi tanya jawab dari panelis, terdapat pertanyaan yang cukup menarik untuk ditelaah dan dijadikan pertimbangan. Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Agung. Agung menanyakan ketika nanti kedua pasang calon terpilih bagaimana perlakuan mereka terhadap anggota BEM kelak. Pilihan ini diumpamakan dengan “naik bus” sebagai perwujudan professional atau “naik pesawat” dengan maksud kekeluargaan.
Kedua pasang calon dengan tegas menyuarakan pendapat yang berbeda. Pasangan calon nomor urut 1 memilih opsi kedua yaitu mengendarai “pesawat” yang berarti mengedepankan asas kekeluargaan karena memang dari awal asas yang ingin mereka terapkan adalah kekeluargaan. Mereka ingin semua anggota bertahan dari awal sampai akhir kepengurusan. Kemudian pasangan calon nomor urut 2 memilih opsi pertama yakni mengendarai “bus” dimana mereka menggunakan asas profesional, ketika memang ada yang tidak sesuai akan diturunkan di tengah jalan.
Pertanyaan mengenai mawapres kali ini muncul dari panelis tentang bagaimana mawapres Undip bisa menjadi mawapres 1 nasional. Pasangan nomor urut 2 menjawab bahwa perlu dibentuk forum mawapres sehingga kaderisasi mawapres dapat dilakukan. Hal ini dilatarbelakangi karena persiapan untuk menjadi mawapres memerlukan waktu yang tidak sebentar. Sedangkan menurut nomor urut 1 untuk mewujudkan mawapres 1 nasional, BEM Undip melalui Bidang PEKA (Penalaran dan Keilmuan) melakukan pengawalan mawapres secara optimal. Karena yang sering terjadi, pembekalan mawapres kurang diperhatikan.
Tak lupa, pertanyaan mengenai isu apa yang akan dikawal nantinya mengemuka. Fawaz-Luthfi mengungkapkan akan ada tiga isu yang mereka kawal nantinya yaitu isu maritim, energi, serta MEA. Lain halnya dengan Hafiz-Eko yang akan membedakan isu menjadi isu kajian seputar Tembalang khususnya masalah sampah serta isu regional mengenai banjir rob.
Pertanyaan pada segmen selanjutnya terdapat tiga tema yang telah ditentukan, diantaranya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Undip sebagai PTN-BH, dan peran Universitas Diponegoro dalam kemajuan bangsa.  Pertanyaan pertama terkait dengan PTN BH mencakup tentang MWA (Majelis Wali Amanat) dimana MWA merupakan syarat PTN-BH. Dua pertanyaan tersebut adalah bagaimanakah ranah tugas MWA di antara BEM dan Senat, serta untuk sistem pemilihan MWA ini seharusnya terbuka ataukah tertutup. Secara garis besar jawaban kedua pasang calon sama dimana untuk pemilihan MWA dilakukan secara terbuka, hanya saja terkait ranah BEM dan Senat nomor urut 1 mengatakan bahwa pada intinya MWA sangat terbantu oleh BEM dan Senat. Kemudian nomor urut 2 mengatakan harus ada koordinasi antara MWA, BEM, dan Senat.
Pertanyaan terkait MEA diajukan oleh panelis Tio yang salah satunya kegiatan apakah agar mahasiswa Undip dapat bersaing dalam MEA. Dari pasangan calon nomor urut 1 menjawab akan fokus ke program riset dimana akan meningkatkan iklim riset dan penelitian sehingga memotivasi mahasiswa dalam persaingan MEA 2016. Pasangan calon nomor urut 2 mengatakan bahwa goal nya adalah mengadakan Pekan ASEAN.
Terakhir adalah pertanyaan terkait peran Undip untuk kemajuan bangsa. Hafiz-Eko akan lebih mengoptimalkan program sosial ekonomi masyarakat desa yakni masyarakat desa menengah ke bawah. Khususnya disini masyarakat Tembalang. Fawaz-Luthfi sesuai dengan misi yang diusung adalah  kegiatan Pekan ASEAN dan mengoptimalkan visi misi dari Undip untuk Indonesia.
Debat kali ini merupakan yang terakhir kalinya dari rangkaian debat terbuka setelah menyambangi 11 fakultas. Agenda selanjutnya yaitu pemungutan suara pada 17 Desember 2015 esok. (TimPansusPemira)
Publica Health

Publica Health

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.