Kisah Klasik Pengajar Muda Untuk Masa Depan Anak Bangsa

Photo : PH
Sabtu (5/12) bertempat di RSG Fakultas Kedokteran Undip telah digelar Grand Closing Gerakan Undip Mengajar (GUM) Jilid 3 “ Mahasiswa Mengabdi Membuka Cakrawala Negeri “ . Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 sampai dengan 15.30 WIB. Diprakarsai oleh BEM Undip bidang Pengabdian Masyarakat (Dimas), kegiatan yang dihadiri oleh berbagai pembicara dari latar belakang berbeda, menghidupkan atmosfer kental dengan tema yang diangkat. Di luar gedung terdapat wall of fame atau labirin dengan latar hitam berisi foto-foto kegiatan selama GUM jilid 3 yang dilaksanakan selama dua minggu di desa Panikel, Kampung laut , Cilacap.
Hikmat Hardono sebagai pembicara pada talkshow sesi pertama merupakan Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar sekaliber menjadi Menteri Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Beliau merupakan lulusan FEB UGM yang mendedikasikan dirinya untuk dunia pendidikan dan memprakarsai Gerakan Indonesia Mengajar sehingga berdirilah GUM dan gerakan kampus mengajar lainnya di Indonesia.
“Kemajuan suatu bangsa tidak melulu soal satu atau dua orang menjadi insinyur tetapi ketika mereka bergerak untuk menjadikan bangsanya menjadi bangsa besar. Pengajar Muda (PM) itu penggerak masyarakat. Dan kunci untuk menjadi penggerak masyarakat adalah keteladanan, ketulusan dan membentuk interaksi antar-aktor di masyarakat.”
Hikmat Hardono menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia Mengajar ini pernah melepaskan PM sebanyak 50 orang pada awal berdirinya dan mereka ditantang untuk mengajar anak sekolah di berbagai pelosok daerah di Indonesia dan dalam satu kabupaten hanya diwakili satu tim yang terdiri dari 6 sampai 10 orang. Mereka ditempatkan seorang di setiap desa, juga bekerja secara team untuk saling mensinergiskan program mengajar di satu kabupaten yang dinamakan behavioral entity. Dan tahun ini Gerakan Indonesia Mengajar menargetkan 17 kabupaten terpelosok di seluruh Indonesia yang akan menerjunkan PM yang terpilih dari tahap demi tahap seleksi.
                Mantan Rektor Undip (2010-2015) pun turut andil menjadi pembicara, ialah Sudarto P.Hadi. Mengenai Undip Mengajar , beliaulah yang memberikan izin gerakan ini berdiri untuk pertama kali sehingga dapat merintis sampai tahun ke-3. Dalam lingkup eksternal, gerakan mengajar ini dinilai sangat urgent karena  pada dasarnya pendidikan di Indonesia belum merata dan sesuai dengan tujuan pendidikan bangsa kita, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengutip dari ajaran rasul di zaman kenabian, bahwasanya rasulullah telah meninggalkan pesan kepada umat manusia untuk meng-implementasikan dua hal yaitu hijrah dan iqra’. Hijrah dimaknai sebagai cara pandang atau cara berpikir kita sedangkan iqra’ dimaknai belajar sebagai sarana perubahan . Kesalahan Indonesia adalah kurang memperhitungkan sumber daya manusia , padahal itu merupakan faktor penentu pertama keunggulan suatu negara. Tolok ukurnya ada pada SDM yang memiliki inovasi dan kreatifitas serta networking atau jejaring. Dalam lingkup internal , gerakan mengajar ini dinilai urgent karena posisi kita sebagai mahasiswa diharapkan dapat mengabdikan diri pada masyarakat dan membekali diri dengan skill dan knowledge
Dalam acara ini juga diselipkan hiburan yaitu penampilan akustikan dari pemuda komunitas Rumah Pintar (Rumpin) Bangjo dan grup akustik Psikologi Undip.
                Pada sesi kedua, talkshow dihadiri oleh Shofwan Al Banna , CO-Founder selasar.com . Perlu diketahui bahwa selasar.com ini merupakan ideas market place yang mem-publikasikan orang, komunitas,dan para ahli di bidangnya yang pantas untuk diketahui oleh semua kalangan. Selain itu dihadiri pula oleh Achmad Zaky, CEO bukalapak.com yang berbagi pengalaman dari awal merintis karir sampai bisa membantu orang lain dalam memasarkan produk-nya dalam bisnis bukalapak.com sehingga dapat exist sampai  saat ini. Juga ada komunitas-komunitas yang sengaja diundang untuk sharing  seperti  Asa Edu Project  dan Komunitas Tenggang Semarang. Keduanya fokus bergerak untuk mengajar anak-anak yang ada di lingkup Semarang. Dan mereka tergabung dalam Forum Peduli  Sosial dan Pendidikan se-Semarang.
“Waktu yang ada saat ini adalah mahal.Untuk menciptakan sesuatu yang besar mulailah dari sekarang!” begitu yang bisa dikutip dari Zaky ,CEO bukalapak.com yang berpesan bahwa Masa-masa kuliah tidak seharusnya disia-siakan untuk hanya kuliah saja tanpa melakukan apa-apa dan masa-masa menjadi mahasiswa adalah masa keemasan dimana kita dapat menyalurkan energi yang kita punya untuk hal-hal positif dan salah satunya berprestasi dan berbagi kepada sesama.
Di akhir sesi ditutup dengan  launching buku Gerakan Undip Mengajar Jilid 3 yaitu “Mendayung Mimpi  di Segara Anakan”, serta ada pemutaran video kegiatan pengajar GUM Jilid 3 di desa Panikel, Kampung Laut, Cilacap. (OktaviaW)  
Publica Health

Publica Health

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.