Ramainya Pro-Kontra Film Penyalin Cahaya 2021





(Sumber: twitter @penyalincahaya)


Kamis, 16 Januari lalu menjadi tanggal rilis perdana film Penyalin Cahaya-Photocopier yang ditayangkan pada platform film berbayar--Netflix. Film ini meraih 17 nominasi dan memenangkan 12 piala citra pada Festival Film Indonesia yang mana merupakan ajang perhelatan perfilmian tertinggi di Indonesia. Film ini juga akan ditayangkan serta berkompetisi di Festival Film Internasional Busan 2021. Tak hanya itu, Penyalin Cahaya juga menduduki trending ter-atas di 15 negara sejak tanggal perilisannya. Diantaranya, Malaysia, Peru, Brasil, Ekuador, Venezuela, Singapura, Argentina, Bolivia, Honduras, Panama, Uruguay, Bahama, Nikaragua, Trinidad, Tobago.

Bercerita mengenai Suryani (Shenina Cinnamon) yang mencari keadilan atas sesuatu yang menurutnya tidak pernah ia lakukan. Hidupnya berubah setelah ia bangun dari pesta perayaan kemenangan teater Mata Hari yang diikutinya. Setelah malam itu, beasiswa yang telah ia dapat dicabut dan mendapatkan pengusiran dari keluarga. Sur--sapaan akrabnya, meminta bantuan kepada temannya, Amin (Chicco Kurniawan) yang mana seorang tukang fotokopi dekat kampus. Mereka bersama-sama menyelidiki siapa yang telah melakukan perbuatan yang merugikan Sur. Nama demi nama ia curigai sebagai dalang yang bertanggung jawab atas kasusnya, namun belum juga menemukan titik terang. Di tengah pencarian dan penyelidikan, Sur menemukan fakta baru yang tak pernah ia duga yang mana membuatnya di titik akan menyerah untuk menamatkan kasusnya.

Film ini membuat emosi teraduk-aduk, alur cerita yang menegangkan dan menyentil hati secara bersamaan serta peran yang dibawakan masing-masing tokohnya sangat “sampai” kepada penonton. Sayangnya, film ini menimbulkan pro-kontra di dalam masyarakat. Fakta bahwa crew dalam film ini merupakan pelaku kekerasan seksual yang diduga terlibat dalam penulisan film ini membuat sebagian masyarakat menolak akan adanya film ini. Mereka berpendapat bahwa adanya film ini akan membuat korban mengalami trauma yang tak berkesudahan. Namun, ada juga yang bersuara bahwa kesalahan satu orang crew tidak akan membuat seluruh keringat crew lain untuk membuat film ini menjadi tercemar. Rekata Studio dan Kenanga Pictures selaku produksi dari film ini, memberikan pernyataan sikap atas informasi yang beredar. Mereka menyatakan telah mengeluarkan serta menghapus nama pelaku dalam seluruh publikasi film Penyalin Cahaya ini.

Terlepas dari pro kontra diantara masyarakat, film ini menyampaikan pesan terdalam untuk penonton. Diantaranya agar masyarakat lebih aware mengenai kekerasan seksual yang belakangan ini banyak terjadi terutama di kampus. Wregas Bhatuneja selaku sutradara juga mengharapkan bahwa film ini dapat mengetuk hati masyarakat untuk membersamai penyintas kekerasan seksual untuk mendapatkan keadilan. (Nadhifah Sakinah)

No comments