Cegah Mata Lelah dengan Pengenalan Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Pekerja Kantor

Sumber: Dokumen Pribadi

Semarang (25/01) - Pada tahun 2016, Indonesia memiliki 132,7 juta pengguna internet. Penggunaan internet pada komputer memberikan efek terhadap kesehatan, salah satunya yaitu gangguan mata karena penggunaan mata secara terus-menerus untuk menatap monitor komputer atau Visual Display Terminal (VDT). Kumpulan gejala kelelahan mata tersebut oleh American Optometric Association (AOA) dinamakan Computer Vision Syndrome (CVS).

Computer vision syndrome (CVS) atau digital eye strain merupakan kumpulan gejala yang berhubungan dengan mata dan penglihatan akibat pemakaian komputer, tablet, e-reader, ataupun telepon seluler yang berkepanjangan. Makin bertambahnya pengguna internet yang menggunakan layar digital dapat meningkatkan prevalensi CVS. Prevalensi CVS berkisar 64-90% pada pengguna komputer. CVS secara signifikan mempengaruhi produktivitas kerja dan menurunkan kualitas hidup.

 

Sumber : Kemenkes RI

CVS ditandai dengan gejala meliputi mata lelah, nyeri kepala, nyeri bola mata, pandangan ganda dan kabur, rasa panas dan terbakar pada mata, mata kering, penurunan frekuensi mengedip dan peningkatan kedipan parsial. Pada pekerja kantor, faktor resiko yang menyebabkan terjadinya CVS yaitu penggunaan komputer selama 6-8 jam per hari serta jarak antara monitor dan mata yang terlalu dekat. Individu yang melihat layar monitor pada jarak kurang dari 20 inci lebih berisiko mengalami gejala CVS. 

Halodoc merupakan perusahaan teknologi asal Indonesia yang bergerak di bidang telekonsultasi kesehatan dimana mayoritas pekerjaanya harus dikerjakan menggunakan laptop/komputer. Hal ini membuat pekerja harus menggunakan laptop/komputer selama berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Untuk mencegah permasalahan yang timbul akibat terlalu lama didepan monitor, mahasiswa Universitas Diponegoro dari program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MBKM) mengadakan sosialisasi dan edukasi pengenalan  computer vision syndrome (CVS) atau digital eye strain secara online via google meet di Halodoc. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemberian modul mengenai pengenalan CVS beserta gejala dan pencegahannya.

Dengan adanya sosialisasi mengenai pengenalan CVS pada pekerja kantor, diharapkan para pekerja di Halodoc dapat mengetahui CVS serta gejala dan upaya pencegahannya sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis dan dapat meningkatkan produktifitas kerja. (Raisha Kultsum)

Referensi :

  1. Yandi, N. (2017). Kesehatan Mata pada Era Layar Digital. Cermin Dunia Kedokteran, 44(11), 788-791.
  2. Anggraini, Y. (2013). Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Terjadinya Keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Operator Komputer PT. Bank Kalbar Kantor Pusat Tahun 2012. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 3(1).
  3. Apriyanti, S., Sawitri, E., & Fatmawati, N. K. (2021). Penggunaan Smartphone Berpengaruh Terhadap Gejala Computer Vision Syndrome. Jurnal Sains dan Kesehatan, 3(5), 673-678.
  4. Azkadina, A., Julianti, H. P., & Pramono, D. (2012). Hubungan antara faktor risiko individual dan komputer terhadap kejadian Computer Vision Syndrome (Doctoral dissertation, Fakultas Kedokteran).

No comments