Sosialisasi Pembuatan Kompos Sederhana dari Sampah Daun Kering Kepada Petugas Kebersihan di Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro


Sumber : Dokumen Pribadi

Semarang (20/01/2022) – Sampah organik adalah sampah yang dapat membusuk dan terurai sehingga bisa diolah menjadi kompos. Seperti sisa makanan, daun kering, sayuran, dan lain-lain. Sampah anorganik adalah sampah yang sulit membusuk dan tidak dapat terurai. Namun, sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat. Misalnya botol plastik, kertas bekas, karton, kaleng bekas, dan lain-lain. Pupuk organik merupakan bahan-bahan organik (sampah organik) yang telah mengalami proses pelapukan karena adanya interaksi antara mikroorganisme (bakteri pembusuk) yang bekerja di dalamnya. Kompos organik baik digunakan karena berbagai alasan seperti tidak merusak lingkungan, tidak memerlukan biaya yang banyak, proses pembuatan yang mudah dan bahan yang tidak sulit ditemukan. Kompos merupakan salah satu unsur pembentuk kesuburan tanah dan untuk menghasilkan tanah yang subur, maka perlu ditambahkan bahan organik.

Di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro terdapat banyak tanaman, sehingga volume sampah daun yang dihasilkan juga banyak. Dalam rangka memanfaatkan sampah daun kering yang ada di lingkungan sekitar, Hanif Tegar Muktiana Sari mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada petugas kebersihan mengenai cara pembuatan kompos dari daun kering dengan menggunakan aktivator EM4 secara sederhana. Aktivator merupakan bahan yang mampu meningkatkan dekomposisi bahan organik. Kini telah banyak aktivator yang tersedia di pasaran, diantaranya tricolant, stardec, EM-4, fix-up plus, orgadec, harmony dan promi. Untuk pembuatan kompos, EM4 harus diencerkan dengan molases atau gula terlebih dahulu.

Cara pembuatan kompos adalah siapkan 5 mL EM4 pertanian di tambah gula pasir 2,5 gram dan air 250 mL. Nanti ini akan digunakan untuk menyemprot sampah daun. Karena EM4 jenisnya ada banyak, yang digunakan untuk pembuatan pupuk organik adalah EM4 pertanian. Botolnya yang warna kuning. Komposisi mikroorganisme EM4 pertanian terdapat bakteri fotosintesis dan bakteri actinomycetes. Sampah daun dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil. Idealnya antara 2 - 3 cm. Tapi kalau tidak memungkinkan, semampunya saja. Masukkan sampah daun ke dalam tempat pembuatan kompos. Lapis per lapis. Setiap lapis disiram dengan EM4 atau mol yang sudah kita buat tadi. Tutup, tapi tidak usah terlalu rapat. Proses ini butuh waktu sekitar 1 bulan, sedangkan untuk mol bisa lebih, sekitar 2 bulan. Setiap 3 hari sekali dilakukan pembalikan daun. Lebih repot tapi kan ini untuk proses pengomposan yang lebih cepat. Kalau tidak dibalik, maka bakteri yang dominan bekerja hanya Lactobacillus saja. Bakteri lain yang mostly aerobik akan minimal kerjanya. Setelah kompos jadi, kompos tersebut dapat digunakan untuk pupuk tanaman yang ada di sekitar lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.


Hanif Tegar Muktiana Sari - 25000121183391

Dosen Pendamping : Nikie Astorina Yunita Dewanti, SKM., M. Kes












No comments