Header Ads

ad

Selain Liburan, Kamu Bisa Mengenal Budaya Leluhur di Pulau Dewata


Liburan semester kamu masih ke Mall aja? Generasi Z mungkin memilih pergi ke pusat perbelanjaan modern atau biasa kita sebut Mall untuk opsi berlibur mereka. Alasannya antara lain karena tidak perlu ribet menyiapkan peralatan selama berlibur, dekat dari rumah, dan hal lain dengan segala kemudahannya. Tapi, sebenarnya yang kamu dapatkan di dalam Mall ialah kebutuhanmu sehari hari saja. Hiburan lainnya hanya sebatas menonton film di dalam pemutar film dengan kapasitas cukup besar dengan suara keras dan beberapa permainan elektronik.
Menurut kamu apakah bermanfaat? Ya, jelas bermanfaat karena kebutuhan harianmu terpenuhi seperti makan, minum, pakaian, serta tidak tertinggal film terbaru. Tapi, coba keluarlah dari rumah barang sejenak untuk berjalan mengelilingi Indonesia dengan segala pesonanya.
Photo by Syifa
          Salah satu pesona Indonesia kali ini terletak pada bagian agak ketimur Indonesia yaitu Pulau Dewata. Pulau yang menjadi salah satu tujuan turis mancanegara ini memiliki sejuta budaya yang mesti kita ketahui, terutama bagi para generasi ‘zaman now’. Salah satu seni budayanya yang dapat kita nikmati keotentikannya  sekaligus pengetahuan dunia perwayangan yang disuguhkan ialah Tari Kecak.
Photo by Syifa
Seni Tari Kecak berisikan formasi yang terdiri dari banyak penari laki – laki yang melingkar  dan dengan irama tertentu dan sambil menyerukan “cak” serta mengangkat kedua lengan. kostum yang digunakan para penari ialah kain kotak - kotak hitam putih yang diikat dipinggang.
Photo by Syifa
Pada tari kecak didalamnya menyuguhkan drama mengenai cerita Ramayana. Maka dari itu, selain para penari laki – laki yang membentuk lingkran juga ada penari lainnya  yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa. Tari Kecak menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.
Namun demikian, Tari Kecak asalnya dari sebuah ritual sanghyang, yaitu tarian tradisi yang penarinya dalam keadaan tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur lalu menyampaikan harapan harapannya kepada masyarakat.
Photo by Syifa
Ini hanya satu inspirasi destinasi liburanmu dari jutaan seni budaya di tanah leluhur kita yang dapat dikunjungi. Semoga menambah referensi liburanmu. (Syifa Rifqa)

No comments