Header Ads

ad

Undip KTR Kembali Bergaung

Photo : PH
Meraih dan memperjuangkan sesuatu hal yang berharga memang tidak pernah menemui kata berhenti dalam perjalanannya. Hal itu tercermin pada gerakan yang coba digelorakan lagi oleh para beemer’s BEM FKM. BEM FKM Undip 2014 kembali melanjutkan perjuangan gerakan #GoUndipKTR nya. Gerakan dengan goal setting utama menjadikan Undip sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) ini kembali bergaung dengan mengunjungi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Perwakilan BEM FKM yang berkunjung untuk melakukan sharing tentang KTR diterima dengan ramah oleh lembaga eksekutif mahasiswa FEB. Beberapa perwakilan delegasi
UKK dari Sportyca, StopHIVA, Studio 8, Publica Health dan Senat juga mendampingi Pasukan #GoUndipKTR ini.
Kunjungan #GoUndipKTR dilakukan terkait dengan deklarasi KTR yang dilakukan oleh fakultas yang mendapatkan bantuan Djarum Foundation ini pada februari lalu. Sharing dibuka dengan pengenalan tentang struktur dan kondisi BEM masing-masing fakultas oleh ketua BEM FKM, Arif Setiawan dan ketua BEM FEB, Afif. Diskusi kemudian berlanjut dengan pemaparan informasi yang lebih mendalam terkait KTR oleh staff BEM FKM. “Indonesia emang surganya buat yang rokok, jadi banyak oknum yang membuat kebohongan tentang rokok,” jelas Arif Setiawan (4/4). “KTR tidak melarang untuk merokok, tapi hanya mengatur,” tegas mahasiswa FKM Undip peminatan K3 ini. Hadirnya Surat Keputusan (SK) Dekan yang menetapkan KTR di FEB juga tidak serta merta menghadirkan perubahan yang signifikan dalam lingkungan kampus. Respon pro dan kontra terkait SK pun hadir dari berbagai kalangan mahasiswa-mahasiswa FEB. Jauh sebelum keluarnya SK Dekan, para mahasiswa FEB sudah mempunyai kontrol diri sendiri terkait etika merokok di dalam kampus. “Di ekonomi di antara mahasiswa ada semacam peraturan gaib yang mengekang rokok dikarenakan ada dosen yang tidak suka dengan kebiasaan mahasiswa yang satu itu,” terang Tofa, perwakilan departemen Public Relation.
Diskusi kemudian berlanjut dengan sesi tanya jawab antara perwakilan lembaga tentang bagaimana controlling KTR dan apa saja hambatan serta tantangan kedepannya. Respon positif juga diberikan oleh BEM FEB setelah diberikan pencerdasan lebih lanjut mengenai KTR. Bahkan BEM FEB secara lembaga mendukung penuh gerakan yang dibawa oleh BEM FKM dan meminta diberikan informasi yang lebih lanjut demi pengawalan kedepannya.“Yang paling berat ya bagi yang merokok. Kami yang tidak merokok mendukung saja. Hal ini tentunya menjadi tamparan bagi FEB, karena peraturan FEB KTR datang dari dekan kami sendiri,” ungkap Afif sembari mengakhiri acara diskusi (4/4). (Anugrah Febrino Balwa)

No comments