Header Ads

ad

Ketika Pencinta Alam Kembali Menemui Sang Pencipta

Photo : PH
Jenazah (Almarhumah) Anggraini Miftahul yang telah berhasil dievakuasi kini telah dikebumikan di kampung halamannya, Bekasi, pada hari Selasa pagi (15/04). Sebelumnya jenazah mahasiswa Undip yang akrab disapa Mifta ini ditemukan telah tewas di Pantai Selatan Garut, Senin malam (14/04). Mahasiswi jurusan Kesehatan Masyarakat ini dilaporkan meninggal akibat hanyut bersama teman-temannya ketika melakukan arung jeram kegiatan Wapeala Undip (Mahasiswa Pencinta Alam). Kegiatan arung jeram yang dilakukan 11 mahasiswa pencinta alam -10 mahasiswa berasal dari Universitas Dipenogoro (Undip) Semarang dan satu
orang berasal dari Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG)-berlangsung di Sungai Cikandang, Garut.
Dikutip dari Kompas.com, Komandan Komando Rayon Militer Bungbulang, Kapten Inf Ahun, menjelaskan kronologi hanyutnya 11 mahasiswa yang sedang melakukan arung jeram tersebut. Para mahasiswa berangkat pukul 10.00 WIB dengan menggunakan dua perahu karet. Tiba-tiba arus sungai membesar, membuat perahu terbawa arus sungai sampai ke muara dekat pantai. Mahasiswa dalam salah satu perahu bisa selamat setelah terdampar di Kampung Laka, Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, sedangkan satu perahu lainnya terbawa arus hingga terbalik.
Sementara itu, para mahasiswa FKM Undip mengadakan doa bersama di lapangan Dekanat pada Selasa pukul 08.00 WIB. Acara dibuka oleh Komting kelas C, Djaka Anugrah, dilanjutkan dengan sepatah dua patah kata dari Ketua Gamais, Rahman. Tampak juga teman–teman Mifta dari Fakultas Teknik Geologi UNDIP dalam doa bersama tersebut. Dalam doa bersama itu juga turut mendoakan Gresi, mahasiswi FKM yang selamat setelah ikut hanyut bersama Mifta, agar segera pulih dan pulang. Setelah selesai berdoa para mahasiswa menunggu perizinan PD (Pembantu Dekan) 2 agar perwakilan mahasiswa yang terdiri dari BEM, Gamais, Senat serta beberapa orang kelas C 2013 dapat berangkat ke Jakarta untuk melayat ke kediaman Mifta. Di hari yang sama pukul 14.00 WIB dilakukan tahlil dan yasinan bersama di gedung E FKM Undip.
Menurut keterangan salah satu sahabat Mifta, Annisa Amilush (15/04), terakhir kali mereka bertemu saat Mifta menitipkan surat ijin. “Terakhir ketemu dia janji habis ini nggak ikut-ikut acara kayak gini lagi, mau fokus kuliah,” jelasnya. Kepergiannya mahasiswi FKM angkatan 2013 ini menjadi duka bagi teman-temanya. Hal ini bisa terlihat dari akun twitter @AnggrainiMifta yang dibanjiri mention ucapan berbelangsungkawa dari para sahabatnya.
Ditemui di tempat berbeda Wapeala Undip selaku penanggung jawab kegiatan malapetaka tersebut masih belum bisa memberikan komentar lebih lanjut. “Untuk sekarang karena masih belum jelas nanti kabar selanjutnya bisa dilihat dari blog Wapeala aja ya,” terang Irwan, Wapeala Undip (16/04). (Alifia Ardyara).

No comments