Header Ads

ad

Menjadi BINTANG Kehidupan for PIRC 2013

Photo: PIRC
Nampaknya sudah menjadi budaya wajib UKK PIRC untuk mengadakan malam keakraban sekaligus pelantikan pengurus baru PIRC. Tahun ini PIRC mengangkat tema makrab (Eternal Sunshine of The Spotless Mind). Kegiatan ini diadakan pada Sabtu–Minggu, 30-31 Maret 2013 di sebuah vila eksotis daerah Bandungan. Pukul 08.30 WIB seluruh anggota pengurus PIRC berkumpul di GSG Universitas Diponegoro untuk selanjutnya berangkat bersama menuju vila. Timeline acara pertama adalah makan bersama, kondisi sangat ceria terlihat dari tawa lepas para anggota PIRC. Next agenda yaitu materi dari direktur PIRC Astri Aprilia tentang apa itu PIRC? kenapa harus ada PIRC? dan bagaimana menjadi individu yang prestatif? Materi yang bermanfaat terutama bagi anggota pengurus baru yang notabene memang haus akan pencerdasan. Astri Aprilia juga menjelaskan dan menekankan kepada pengurus untuk paham betul terhadap visi PIRC, yaitu PIRC sebagai lembaga ilmiah yang inspiratif dan kontributif.
“Tugas besar bagi anggota PIRC dimana tidak hanya menyuruh seseorang untuk berprestasi tetapi kita sendiri terlebih dahulu yang harus berprestasi dan menghasilkan karya-karya besar sehingga dapat dikenang dan memberi inspirasi untuk orang lain,” terang Astri Aprilia (31/03). “Jadikan diri kalian bintang kehidupan yang dikenang karya-karyanya,” tambahnya. Riuh tepuk tangan terdengar keras membangkitkan semangat anggota PIRC untuk mewujudkan tujuan yang telah dituturkan direktur PIRC.
Di kegelapan malam yang hanya dikelilingi oleh lilin – lilin kecil, tiba-tiba ada kejutan menarik dari panitia makrab yaitu kedatangan Tria Kurniawati selaku direktur PIRC tahun lalu dan kak Awaludin Romadhoni selaku pengurus PIRC tahun lalu. Tujuan mereka datang ke acara makrab adalah memberikan amunisi semangat untuk kepengurusan setahun ke depan. “Dibutuhkan saling percaya, integritas tinggi dan loyalitas untuk menjadi pengurus yang tangguh dan kuat uji. Diharapkan dengan demikian pengurus dapat bekerja secara maksimal” ujar Triya Kurniawati (31/03). Acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari Awaludin Romadhoni tentang bagaimana menjadi seseorang yang memiliki karya dan inspiratif. “Dengan tindakan besar x pikiran besar = hasil, bukan ditambah ya tapi tindakan besar dikali pikiran besar karena apa? Agar bisa memaksimalkan karya yang dihasilkan,” kata Awaludin Romadhoni (31/03).
Para peserta kemudian disuruh untuk keluar vila dan menutup mata menggunakan slayer untuk bermain game. Setelah selesai game para peserta dikumpulkan untuk dilantik oleh direktur PIRC. Saat acara puncak ditengah-tengah api unggun para anggota per divisi beraksi dalam berbagai jenis pensi seperti musikalisasi puisi, paduan suara, dan yang paling menggelitik adalah menari harlem shake. Pensi yang ditampilkan sangat unik dan penuh dengan kreativitas. Kejutan ulang tahun juga diberikan kepada direktur PIRC dan anggota pengurus PIRC yang lain.
Matahari yang menunjukan kehadirannya dengan cantik menghiasi tataran alam semesta mengiringi kegiatan makrab yang dilanjutkan dengan senam pagi bersama. Setelah senam para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan outbond. Ada beberapa pos yang harus dilalui oleh para peserta, salah satu pos yang sangat berkesan adalah pos area language English. Pos tersebut mengharuskan para peserta untuk menggunakan bahasa inggris dalam setiap instruksi. Hal tersebut merupakan cita-cita PIRC agar para anggotanya siap bersaing dengan dunia luar serta mampu dan paham terhadap bahasa inggris. Setelah timeline kegiatan dihabiskan dengan penuh keceriaan acara penutup adalah tukar kado + letter motivation. Diharapkan dengan kado dan letter motivation ini pengurus bisa semakin dekat dan bekerja atas nama cinta. Semangat metamorfosis research! “Sukseskan Undip menuju Universitas Research!!! We are scientist!!!” (Nabilah Fairusiyyah)

No comments