Cegah Penyakit Degeneratif, Mahasiswa Undip Edukasi Siswa SD

Photo: Dok. Pribadi
Belakangan ini, media gencar memberitakan sosok Arya “Si Bocah Obesitas” yang memiliki berat badan mencapai 190 kg. Fenomena anak usia Sekolah Dasar yang memiliki berat badan yang berlebih atau overweight ini lantas membuat heboh publik. Diketahui bahwa awal sebab Arya memiliki berat badan yang berlebih adalah karena Arya memiliki perilaku pola makan yang tidak sehat. Bocah tersebut gemar mengonsumsi minuman dalam kemasan yang memiliki kadar gula tinggi.
Pembentukan perilaku makan yang sehat penting untuk ditanamkan sejak dini. Saat ini, pola makan hanya sekadar mengejar rasa enak seperti anak sekolah yang lebih memilih makanan dan minuman manis, asin, dan gurih. Padahal, kandungan gizi baik dalam makanan tersebut sangat rendah. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, masalah gizi pada anak-anak merupakan masalah yang mendasar di Indonesia, antara lain terkait kekurangan gizi, kelebihan berat badan dan obesitas. Data ini menunjukkan 14% anak mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Anak yang kegemukan cenderung membawa keadaan ini hingga dewasa, yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan penyakit degeneratif, seperti jantung koroner, stroke, dan diabetes tipe 2. Salah satu faktor penyebab terjangkitnya penyakit tersebut adalah pola makan yang tidak sehat seperti sering mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan gula, garam dan lemak.
Hal ini lah yang mendorong tiga mahasiswa FKM Undip, Ellita Ersa Afiani, Akrimna Fiddaraini, dan Imam Subha Ari Pamungkas untuk menyelenggarakan program edukasi gizi seimbang dan batasan konsumsi gula, garam, dan lemak.
Sebuah program yang bertajuk GENESIS (Gerakan Agen Perubahan Indonesia Sehat Bersinergis) ini dilaksanakan di SDN Bulusan pada 8-16 Agustus 2016. Tujuan dari dilaksanakannya program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa, guru, pedagang kantin, dan orang tua untuk membiasakan pola hidup sehat terutama dalam hal pola konsumsi makanan pada anak. “Target kami bukan hanya mengedukasi siswa SD tentang batasan konsumsi gula, garam, dan lemak, namun juga memberikan edukasi kepada kantin sekolah untuk menyediakan jajanan yang sehat dan aman, serta menggandeng pihak sekolah dan Badan POM Semarang untuk mendukung program ini,” ungkap Ellita selaku ketua tim.
Kegiatan yang dilakukan oleh tim Generator (GENESIS Promotor) ini adalah Health Edu-Star, Inisiasi Kantin Sehat, Lomba Menggambar dan Mewarnai, SDN Bulusan Segar “Sehat dan Bugar”, Gobak Sodor Sehat, Poster dan Leaflet Kesehatan, Cemerlang (Pengukuran berat badan dan tinggi badan), Bazaar Sehat, serta Healthy Flashmob.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan POM Semarang serta perwakilan dari Nutrifood Indonesia untuk memberikan seruan untuk mengonsumsi makanan sehat, bergizi seimbang, dan aman. Semua siswa, guru, dan pedagang kantin turut memeriahkan acara dengan senam dan flashmob serta pembagian hadiah lomba serta kompesisi bazaar sehat yang diikuti para pedagang kantin.
“Harapan kami dari panitia, dengan dilaksanakan program GENESIS ini anak-anak dapat memilih makanan sehat, aman, dan bergizi seimbang agar mereka dapat hidup lebih sehat serta pedagang kantin dapat menyediakan jajanan sehat dan aman untuk dikonsumsi anak,” imbuh Ellita. (Imam Subha)



Publica Health

Publica Health

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.