Header Ads

ad

Meski Hanya Limbah Tetap Harus Terarah


Photo : Ina
Mungkin tak semua orang benar-benar paham apa itu limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga pun tak kalah berbahayanya dengan limbah industri. Namun, terkadang perhatian khalayak hanya berfokus pada limbah industri yang memiliki tingkat toksisitas tinggi. Mereka menganggap bahwa limbah rumah tangga hanya sampah yang tak perlu diurusi apalagi mendapatkan perhatian khusus.
Menindaklanjuti hal tersebut, maka perlu adanya Sistem Pengolahan Air Limbah Terpadu untuk berbagai kawasan dalam skala rumah tangga. Oleh karena itu, Selasa lalu (14/5) awak CONVIDENT FKM UNDIP 2013 telah berhasil mengunjungi salah satu IPAL terbaik di Indonesia yang terletak di Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Kehadiran para enviromentalist di IPAL Sewon disambut hangat oleh jajaran staf dan petinggi di
sana. Pada awal pertemuan ada pemaparan materi dari Bapak Sarjani, Kepala Seksi Pengendalian Kualitas. Pemaparan materi berlangsung hangat diselingi dengan guyonan-guyonan beliau. Antusiasme tak hanya dari para CONVIDENT, melainkan dosen-dosen Kesehatan Lingkungan FKM UNDIP yang hadir pun juga turut memeriahkan suasana. Ada Ibu Nur Endah Wahyuningsih, Bapak Tri Joko, serta Bapak Nurjazuli yang ikut menyampaikan beberapa pertanyaan di sela-sela pemaparan. Setelah pemaparan materi usai, dilanjutkan menuju ke lokasi tempat pengolahan air limbah yang dipandu oleh salah satu staf IPAL Sewon.
Setelah mengetahui bagaimana proses pengolahan air limbah rumah tangga di Bantul, diharapkan teman-teman dan seluruh lapisan masyarakat lebih sadar dan peduli akan lingkungan. Tak hanya sekedar mengkonsumsi, melainkan harus memperhatikan bagaimana cara pengolahan limbah maupun sampah yang dihasilkan akibat konsumsi yang dilakukan. Perlu diketahui pula bahwa tidak semua jenis limbah dapat diolah di sini, seperti limbah air cucian laundry yang mengandung kadar kimia tinggi tidak diperkenankan masuk dalam IPAL terbesar di Indonesia ini. Mengapa demikian, karena sistem IPAL yang diterapkan berbasis biological treatment. Bila timbunan zat-zat kimia berlebih hadir, maka dapat mengganggu aktivitas bakteri mikroorganisme yang mampu mengolah limbah domestik ini.
Di akhir kunjungan setelah terjun langsung ke lapangan melihat sistem pengolahan air limbah, tak lupa seluruh awak CONVIDENT, dosen-dosen beserta jajaran staf IPAL Sewon mengabadikan pertemuan ini dengan foto bersama.(Ina K)

No comments