Pakta Integritas Simbol Kehendak dan Bukti Janji

Photo : PH
Ada yang istimewa dengan Pemilihan Rektor Undip tahun ini. Setelah beberapa kendala yang menuai Pemilihan Rektor tahun lalu, kini perwakilan mahasiswa melalui BEM Universitas Diponegoro dan Ketua BEM Fakultas menyampaikan atau mengajukan Pakta Integritas yang dilatarbelakangi oleh kejadian yang sempat menjadi kendala tersebut. Diantaranya pengangkatan Prof. M. Nasir ( Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis ) sebagai Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia setelah secara resmi terpilih menjadi rektor Universitas Diponegoro 2015-2019 dan pemilihan pembantu rektor Undip yang tidak melibatkan mahasiswa. Pakta Integritas ditujukan kepada lima bakal calon Rektor Undip yang sekarang telah dikerucutkan menjadi tiga calon rektor yaitu Prof Slamet Budi Prayitno dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) , Prof M. Arifin dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), kemudian Prof Yos Johan Utama (Fakultas Hukum). Pengecrucutan itu dilakukan oleh Senat Universitas Diponegoro dalam rapat tertutupnya pada 17 Maret 2013 bersamaan dengan Rapat Senat Terbuka Penyampaian Progam Kerja Bakal Calon Rektor Undip.
Dalam acara itulah BEM Undip menyampaikan Pakta Integritas yang telah disusun jauh-jauh hari melalui audiensi tertutup dengan lima bakal calon rektor, diskusi para anggota serta dengan mengamati pemaparan visi misi pada kemarin (12/03). Sebelumnya pun mereka telah bertemu dan berdiskusi langsung dengan ketua panitia Pemilihan Rektor Prof. Dr. Ir. Sunarso, MS. Dalam penyampaian Pakta Integritas perwakilan mahasiswa Undip sangat antusias dan tegas. Meskipun respon moderator sedikit “kurang menyenangkan”, mahasiwa tetap semangat dan berulang kali mengatakan bahwa mereka bukan akan bertindak anarkis akan tetapi hanya ingin menyampaikan keinginan dan harapan mereka. Dan akhirnya salah satu mahasiwa maju untuk menyerahkan Pakta Integritas tersebut kepada lima bakal calon rektor Undip. Mereka sendiri telah memiliki tiga salinan draft Pakta Integritas yaitu untuk Menristek, Senat Undip dan arsip pribadi.
Berikut point-point Pakta Integritas Calon Rektor Undip 2015-2019:
a.    Menjamin biaya pendidikan yang terjangkau dan tidak diskriminatif dengan sistem UKT yang mapan , transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dan melibatkan stakeholder.
b.    Menjamin adanya keterbukaan informasi terutama Anggaran Bekerja Undip yang dapat diakses oleh publik (dalam hal ini dapat dipublikasikan di website Undip)
c.   Meningkatkan anggaran dan fasilitas penunjang kemahasiswaan yang mengkoordinir semua mahasiswa serta mengawal pemerataanya diseluruh fakultasdalam mewujudkan Undip sebagai World Class University.
d.   Memberikan apresiasi tinggi dan fasilitas yang mendukung dalam bentuk materiil maupun non materiil kepada mahasiswa berprestasi baik akademik maupun non akademik.
e.   Melibatkan mahasiswa dalam proses pemilihan wakil Rektor/Pembantu rektor bidang kemahasiswaan dan dapat dikoordinasikan dalam 100 Hari Kerja.
f.      Mewujudkan Undip KTR dan berkomitmen dalam pelaksanaan serta pengembangannya secara bertahap.
g.   Mengembalikan Undip kepada Pedoman Ilmiah Pokok sebagai pusat kajian maritim Indonesia.
h.     Siap mendukung siapapun yang terpilih menjadi rektor.
i.   Tidak menerima tawaran jabatan apapun saat sudah terpilih sampai menyelesaikan amanah sebagai rektor.
Pakta Integritas tersebut disetujui dan ditandangani oleh seluruh bakal calon dan mereka siap berkomitmen. Prof. Yos menambahkan bahwa beliau sangat setuju dengan Undip KTR karena beliau juga termasuk perokok pasif. Secara keseluruhan mereka setuju walaupun Prof Budi sedikit berkomentar mengenai transparansi keuangan, menurut beliau selama masih menjadi dokumen negara keuangan masih bersifat tertutup.
Pakta Integritas adalah simbol kehendak dan harapan mahasiswa. Dengan begitu mereka tetap berkontribusi dalam segala kegiatan di Universitas. “Dan kedepannya kami akan terus mengawal dan mengingatkan Rektor yang nantinya terpilih jika mereka lalai” ungkap Andi selaku Kadiv Harkam BEM Undip (FEB) saat diwawancarai kemarin (19/03). Dan semoga rektor yang terpilih nantinya dapat membawa Undip menjadi lebih baik serta tak lalai dengan komitmennya.(dina)
Publica Health

Publica Health

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.