Mengurai Padatnya Lalu Lintas di Semarang Night Carnival



Photo : PH
Pergelaran puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang ke-467 dirayakan dengan menggelar acara Semarang Night Carnival (SNC). Sebuah ajang parade budaya yang menampilkan arak-arakan peserta karnaval berkostum unik di ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Acara ini membuat sejumlah simpul jalan macet dikarenakan juga digelar pada saat malam minggu. Untuk mengantisipasi kondisi ini, ratusan petugas gabungan polisi dan Dinas Perhubungan disiagakan untuk mengurai
kemacetan arus lalu lintas. Banyak penonton memadati sepanjang rute karnaval SNC 2014, yakni Jalan Pemuda-Jalan Pandanaran-Lapangan Simpang Lima Semarang. Menurut laporan Tribun Jateng, selama gelaran Semarang Night Carnival, pemerintah kota Semarang menyediakan beberapa kantong parkir untuk mengantisipasi kebingungan masyarakat. Hal ini disebabkan karena beberapa ruas jalan utama kota Semarang ditutup mulai pukul 16.00 WIB.
Kabag Humas Pemkot Semarang, Achyani, mengatakan, kantong-kantong parkir disediakan yaitu di Museum Mandala Bakti, Paragon Mall, Jalan Imam Bonjol, dan halaman belakang balaikota. “Panitia juga akan menyiapkan area persiapan peserta diantaranya di halaman balaikota, SMA 3, SMA 5, TIC, Bappeda Provinsi Jawa Tengah, dan Inspektorat Provinsi Jawa Tengah” terangnya (03/04). Faktor utama penyebab kemacetan juga disebabkan karena SNC 2014 disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta. Pemerintah Kota Semarang bekerjasama dengan produser acara Yuk Keep Smile (YKS) untuk mengisi acara.
Saat rombongan pertama melintas, jalan ditutup sehingga motor tidak dapat lewat, hanya mobil pengangkut lightning dan sound system saja yang boleh melintas dibantu dengan petugas untuk mengosongkan jalan. Kemudian di antara kloter pertama dan berikutnya ada jarak untuk jeda disaat itulah motor-motor boleh lewat. Di saat itu pula terjadi keadaan tidak aman atau unsafe condition. Para petugas lalu lintas terlihat sedikit kewalahan dengan banyaknya motor yang lewat. Sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan seperti terserempet, bahkan salah seorang pengunjung kakinya hampir terlindas motor yang lewat. (Alifia Ardyara)
Publica Health

Publica Health

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.