Header Ads

ad

Belajar “Komprehensif” Lewat Turun Lapangan


Photo : PH
Agent ( agen penyebab penyakit), host (pejamu), environment (lingkungan), merupakan faktor yang saling mempengaruhi untuk terjadinya suatu penyakit menular. Ketiga faktor tersebut yang biasa disebut segitiga epidemiologi. Segitiga epidemiologi inilah yang menjadi pusat perhatian bidang kesehatan masyarakat. Bagian penting dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit menular yakni memutus mata rantai penularan. Pencegahan menitikberatkan terhadap faktor risiko seperti lingkungan dan perilaku.
Hal ini pula yang melatar-belakangi bidang penelitian dan pengembangan (litbang) Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL PP) Yogyakarta, untuk membuat
program kajian mengenai faktor risiko suatu penyakit menular, terutama tuberkulosis. Penelitian BBTKL PP ini, memilih santri pondok pesantren (ponpes) menjadi subjek penelitian, karena belum ada penelitian faktor risiko penyakit TB pada pondok pesantren, ditambah dengan budaya dan lingkungan ponpes yang menungkinkan kajian dilakukan di sana. Kegiatan ini dilakukan pada Selasa, 20 Mei 2014, kemudian dilanjutkan pada hari Rabu, 21 Mei dan Kamis, 22 Mei 2014.
Tim BBTKL PP tersebut dibantu oleh perwakilan Puskesmas Ambarawa, Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Dalam melakukan penelitian, kajian lebih dititik-beratkan pada faktor lingkungan. Sebelum meneliti tentang lingkungan, subjek penelitian berupa santri dan santriwati di “brain storming” mengenai penelitian tersebut dan seputar sputum serta cara pengambilannya. Hal ini dilakukan, karena, selain meneliti lingkungan, BBTKL PP juga ingin memeriksa sampel sputum dari santri dan santriwati.
Setelah itu, diadakan penyuluhan terkait penyakit tuberkulosis beserta pencegahannya, oleh dinas dibantu mahasiswa. Mahasiswa ditantang untuk berani memberikan penyuluhan kepada santri dan santriwati di ponpes tersebut. Dari kegiatan penelitian ini, akan dihasilkan suatu laporan hasil penelitian dan follow up berupa prototype suatu teknologi tepat guna dari BBTKL PP. Dengan pelibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian ini, diharapkan mahasiswa mampu berpikir dan bertindak “komprehensif”. Hal ini agar masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dapat diselesaikan secara tuntas dan menyeluruh. (Nurul Jasmin)

No comments