Mantapkan Pengetahuan Bahasa Lewat KDW

Photo: PH
KDW (Kelompok Diskusi Wartawan) dan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengadakan lokakarya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk wartawan di Ranggawarsita, Gedung Balai Bahasa Provinsi Jawa tengah. Acara yang bertajuk “Lokakarya Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa dalam Rangka Gerakan Nasional Literasi Bangsa” tersebut berlangsung dua hari yakni pada Sabtu-Minggu (28-29/05).
Peserta merupakan wartawan Provinsi Jawa Tengah dan LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) dari berbagai perguruan tinggi Jawa Tengah. Beberapa LPM Undip yang turut hadir yaitu Publica Health (FKM), Edents (FEB), Momentum (FT) dan Manunggal. Selain itu, LPM dari Udinus (Universitas Dian Nuswantoro) juga hadir.
Materi yang disampaikan pada hari pertama antara lain etika, bahasa, dan budaya tinggi, teknik penulisan berita, bahasa jurnalistik dan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Narasumber yang menyampaikan materi diantaranya Drs. Pardi, M.Hum selaku Ketua Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Ali Arifin selaku Redaktur Pelaksana Suara Merdeka. Di hari kedua yang merupakan hari terakhir diisi dengan materi jurnalisme foto dan layout dengan narasumber Chandra A.N., Slamet, dan Ali Arifin.
Semua materi yang disampaikan disertai dengan praktik yang dievaluasi langsung oleh narasumber sehingga peserta dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Salah satu praktik yang dilakukan adalah koreksi kata yang baku, efektif, dan efisien pada sebuah tulisan berita. Peserta terlihat sangat antusias dalam lokakarya ini, terlihat dari banyaknya peserta yang menyampaikan pendapatnya terkait materi. Diharapkan dengan diadakannya lokakarya ini penggunaan bahasa dalam media massa maupun elektronik dapat lebih baku, efektif, dan efisien. Drs. Pardi, M.Hum menambahkan bahwa bahasa terkait ibadah, siapapun yang menggunakan bahasa yang santun sudah tergolong melakukan ibadah. “Jadi berbahasalah yang santun, karena berbahasa santun adalah ibadah,” tutupnya. (Dina Dwi Septiyani dan Serisa Ifadatu)


Publica Health

Publica Health

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.