Bencana Asap dan Peran Mahasiswa untuk Melahirkan Solusi

Photo : PH
Semarang (12/10) Study Club III dengan tajuk BERTANI (Berbincang Tentang Asap di Negara Indonesia) ini merupakan rangkaian program Study Club dari divisi edukasi UPK Penalaran Ilmiah Research Club (PIRC) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Sebelumnya telah diadakan Study Club I pada bulan November 2014 dan Study Club II pada bulan April 2015. Acara ini berlangsung di Gedung E Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro pada pukul 16.00 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa FKM Undip lintas angkatan. Study Club kali ini menghadirkan dua pembicara yaitu Riyan Aprilatama (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro tahun 2013; Ketua Forum Administrasi Kebijakan Kesehatan tahun 2013) dan Rifaul Qulub (Ketua Community of Environmental Health Student atau disingkat “Convident” tahun 2012; Mas’ul Keluarga Mahasiswa Islam atau “Gamais” FKM Undip 2013).
Acara berlangsung dengan materi pertama yang dibawakan oleh Riyan Aprilatama yang membahas kasus kebakaran hutan penyebab asap di Sumatera dan Kalimantan dari sudut pandang regulasi yang berlaku. Antusiasme peserta ditunjukkan oleh banyaknya pertanyaan yang diajukan hingga dibuka sesi diskusi kedua. Acara dilanjutkan dengan pembicara kedua yaitu Rifaul Qulub yang memaparkan kasus tersebut dipandang dari sudut pandang kesehatan lingkungan. Sama dengan sebelumnya kali ini juga diadakan sesi tanya jawab yang dengan sangat disayangkan hanya terbatas bagi satu penanya dikarenakan keterbatasan waktu.
Hasil diskusi dan tanya jawab pada Study Club III ini memberikan pesan yang terselip bagi calon SKM, tidak hanya untuk jangka pendek saja namun juga perlu tindakan jangka panjang yang bisa diraih dengan menjadi mahasiswa yang sebaik-baiknya agar kelak dapat memperbaiki regulasi yang ada di Indonesia dan mampu mengatasi serta mencegah kabut asap untuk tidak terulang lagi. Acara ditutup dengan pemberian plakat dan bingkisan kepada pembicara serta moderator. (Serisa & Djaka)
Publica Health

Publica Health

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.