Header Ads

ad

Semangat Kebersamaan Perangi Stigma untuk ODHA

Photo : PH
Yes, we care! Jargon semangat terus mengudara sepanjang acara MRAN (Malam Renungan AIDS Nusantara) yang diselenggarakan oleh stopHIVa FKM Undip pada Sabtu, 31 Mei 2014. Acara MRAN sendiri digelar di Student Center Universitas Diponegoro. Kegiatan Malam Renungan AIDS Nusantara merupakan kegiatan kemasyarakatan yang diselenggarakan tiap tahun pada bulan Mei secara serentak di seluruh dunia.
StopHIVa sebagai satu-satunya lembaga kemahasiswaan yang berkonsentrasi pada masalah HIV/AIDS di Universitas Diponegoro menjadikan kegiatan MRAN ini sebagai agenda wajib tiap tahunnya. Acara dibuka tepat pada pukul 20.00 WIB ditandai oleh penampilan yang menarik dari para Diva’s SGC (Semarang Gaya Community). Dengan membawakan tiga buah lagu secara lipsync, penampilan ini sukses menarik animo massa untuk bergabung. Pun tidak kalah heboh aksi teatrikal oleh Studio8 FKM Undip yang bermain peran dalam drama singkat.
Drama tersebut berisikan pesan moral untuk menghilangkan diskriminasi kepada para ODHA dan meningkatkan kinerja para insan kesehatan untuk lebih peduli akan nasib mereka. Kehadiran Nanda Pratama, seorang ODHA berumur 10 tahun, dengan lantangnya berpuisi perihal kisah hidupnya sebagai ODHA membuat atmosfer acara menjadi lebih haru. Puncak acara diisi oleh testimoni dari Mas Dodi, seorang ODHA dari LSM Peka. Acara kemudian dilanjutkan dengan renungan oleh Mas Dodi beserta istri dan para peserta yang hadir dengan menyalakan lilin bersama-sama. MRAN sendiri secara umum bertujuan untuk menyatukan semua orang dalam memikirkan dan merenungkan epidemi AIDS. “Tujuan dari acara ini adalah untuk menghormati mereka yang sudah terinfeksi HIV dan mengenang mereka yang meninggal akibat HIV/AIDS. Melalui MRAN, mahasiswa sebagai sasaran utamanya diharapkan bisa peduli dan memberi dukungan kepada ODHA,” terang Muthia Ayuningtyas selaku Ketua Penyelenggara MRAN 2014 stopHIVA FKM Undip (31/05).
Dengan MRAN ini kita diajak juga untuk memberi dukungan kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan orang yang hidup dengan HIV/AIDS (OHIDHA). Melalui renungan AIDS kita diajak bukan saja untuk peduli terhadap masalah AIDS, tetapi melalui renungan kita diajak untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan. Jadi MRAN bisa mengubah penderitaan menjadi tekad dan tindakan yang membawa perubahan. Dengan mengusung tema “Bring Out the Awareness for HIV and ODHA in You”, stopHIVa menghimbau mahasiswa dan masyarakat untuk lebih peduli akan nasib para ODHA yang ada disekitarnya. “Semoga dengan adanya MRAN bisa membuka pikiran mahasiswa tentang apa itu HIV/AIDS dan ODHA. Selain itu, diharapkan tidak ada lagi diskriminasi dan stigma terhadap mereka. Dan pastinya sebagai mahasiswa kesehatan, kita bisa melakukan penanggulangan serta pencegahan HIV/AIDS,” tutup Muthia (31/05). (Galuh Ajeng Pangestika)

No comments