Header Ads

ad

Ketika Kesehatan dan Korupsi dibahas Bersama


Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) FKM Undip kembali berkarya dengan menghadirkan sebuah acara di pertengahan tahun 2014 ini. Mengusung tema “Polemik Korupsi di Ranah Kesehatan”, AKK FKM Undip menggelar acara Seminar Nasional (Semnas) Kesehatan pada hari Sabtu, 7 Juni 2014. Bertekad untuk mengupas tuntas permasalahan korupsi di bidang kesehatan, panitia Semnas AKK 2014 menghadirkan para pembicara yang berkompeten di bidangnya. Para pembicara yang hadir pada Semnas AKK ini antara lain Doni Mariantono (perwakilan KPK), Drs. Edi Santoso, SU. (pengamat politik Undip), HM. Bambang Sulistomo, Sip., M.Si. (Staf Khusus Kementerian Kesehatan bagian Politik Kebijakan Kesehatan), dr. Marius Widjajarta, SE. (perwakilan LSM Kesehatan YPPKI) serta Dedi Supratna, SKM., MKM. (perwakilan DPR RI).

Para pembicara yang sudah ahli di bidangnya ini terbukti mampu menarik minat masyarakat untuk hadir mengikuti Semnas AKK 2014 ini. Hal ini bisa terlihat pada jumlah peserta yang mendaftar sampai lebih dari 500 peserta. Peserta tersebut telah memadati gedung Prof. Soedharto, tempat acara Semnas AKK 2014 digelar, sejak pukul 08.00 WIB. Mereka terdiri dari golongan mahasiswa dan perwakilan instansi kesehatan yang berada di Kota Semarang. Selain menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidangnya, dalam Semnas AKK 2014 juga dimeriahkan pula oleh lomba tweet dengan hashtag ke @anakundip.com, PSM FKM Undip, talent Miss Korupsi dan juga berbagai stand-stand sponsor.
Perwakilan bagian AKK FKM Undip, Putri Asmita Wigati SKM., M.Kes. menjelaskan dalam pidato sambutannya bahwa Semnas AKK 2014 ini merupakan presentasi mahasiswa dalam mata kuliah seminar manajemen kesehatan. “Tema acara sendiri disesuaikan dengan isu-isu terkini di bidang kesehatan,” terang dosen yang menjabat sebagai sekretaris bagian AKK FKM Undip (07/06). Selesai pemberian sambutan, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi Semnas AKK 2014 dengan pemukulan gong oleh Putri Asmita Wigati SKM., M.Kes. Terdapat beberapa perubahan dalam acara ini. Acara yang awalnya dicanangkan akan dipandu oleh Aiman Wijtaksono dibatalkan dan digantikan oleh Riky Arswendi S.Sos., M.I.Kom. Perwakilan DPR RI yang sebelumnya akan diwakili oleh dr.Sumajarti Arjoso, SKM. digantikan oleh Dedi Supratna, SKM., MKM. Dalam acara seminar ini para pembicara memaparkan materi mereka sesuai dengan bidangnya masing-masing. HM. Bambang Sulistomo menyampaikan bahwa usaha preventif di Indonesia masih lebih sedikit dibandingkan dengan masalah kuratif. Hal ini disebakan karena di Indonesia belum mempunyai standar nasional sebagaiman dijelaskan oleh dr. Marius Widjajarta, SE selaku perwakilan LSM YPKI.
Ketidaksesuaian antara publikasi dan kenyataan ketika pelaksanaan acara membuat kesan berbeda dalam diri peserta. “Seminarnya bagus, speaker bagus tapi gak sesuai sama publikasi sehingga mengurangi rasa ekspetasi,” ungkap Rosiana Agustin, mahasiswi FKM Undip kelas E 2012.
Meskipun demikian, beberapa perubahan di atas tetap tidak mengurangi antusiasme peserta. Hal ini terlihat ketika memasuki sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada pembicara. Dalam closing statement nya, Doni Mariantono selaku perwakilan KPK memberikan nasihat penutup kepada para mahasiwa untuk menjadi corong pengawalan untuk mengawal hal-hal penting, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. (Anugrah Febrino Balwa)

1 comment:

  1. hal ini harus dikembalikan lagi ke pemerintah terutama daerah, bagaimana didaerah seharusnya birokrat yang akan ditunjuk seharusnya dilakukan tes psikologi apakah dia punya idealisme yang dipegang teguh atau tidak, Juga harus diatur kembali sekolah kesehatan di daerah agar tidak menggadaikan mutu dengan uang karena selama ini cenderung menggampangkan gelar skm

    ReplyDelete