Header Ads

iklann photo desain iklann_zps3y3df7gn.jpg

Terhindar dari Kulit Kusam bahkan Kanker Kulit? ini Rahasianya!



 Hasil gambar untuk wajah memakai sunscreen
(Sumber : Google)

Kulit manusia, terutama kulit orang Indonesia rata-rata berwarna sawo matang. Tak perlu malu dengan apa adanya dirimu karena kulit yang tinggal di daerah tropis sudah mempunyai perlindungan dari melanin (zat pemberi warna di tubuh). Nah, bagaimana caranya agar terlindungi kulit kusam serta kanker kulit? Disini kamu akan tahu mulai dari penyebab sampai cara terhindar dari bahaya sinar UV.

Pertama, Apa yang dimaksud dengan sinar UV itu?    
         
Sinar ultraviolet atau UV, meskipun tidak dapat dilihat oleh mata manusia, merupakan bagian dari sinar matahari yang sangat berpengaruh pada kulit. Namun disamping manfaat tersebut sinar ultra violet dapat merugikan manusia apabila terpapar pada kulit manusia terlalu lama. Beberapa dampak yang diakibatkan paparan atau radiasi sinar ultra violet ialah :

          Sinar UVA mampu menembus lapisan lemak pada kulit. UVA inilah yang bertanggung jawab terhadap kerusakan kolagen dan jaringan elastin, yakni zat yang membuat kulit menjadi kuat dan kenyal. Sinar ini menimbulkan efek pigmentasi kulit, kerusakan kulit dan kerutan.
         
Sinar UV-B Dalam jumlah kecil, radiasi UV-B bermanfaat untuk sintesis vitamin D dalam tubuh, tetapi paparan berlebihan dapat menimbulkan kulit kemerahan atau terbakar dan efek berbahaya sintesis radikal bebas yang memicu eritema dan katarak. Sinar ini juga menyebabkan kerusakan fotokimia pada DNA sel sehingga memicu tumbuhnya kanker kulit. Sinar UVB menyebabkan pemaparan pada kulit ari dengan gejala terbakar (sunburn) atau kecoklatan (sutan).

Nah, Bagaimana cara terhindar dari sinar tersebut?   
          Untuk menghindari tubuh kamu terpapar sinar matahari secara langsung, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. Salah satunya adalah dengan mengaplikasikan tabir surya pada kulit sebelum beraktifitas di luar. Tabir surya dapat berupa sunscreen dan sunblock.

Lalu, apa perbedaan sunscreen dan sunblock?
Sunscreen, sesuai dengan namanya, berfungsi menyaring (screen, filter) sinar ultraviolet. Sunscreen bekerja menyerap sebagian radiasi ultraviolet dan mengurangi radiasi yang berbahaya untuk kulit. Sementara sunblock, berfungsi memblok (menghambat) atau memantulkan sinar ultraviolet. Sunblock memiliki kandungan zinc oxide atau titanium dioxide yang berfungsi memantulkan radiasi UV.

Dimana kita bisa menemukan produk tabir surya?
Tabir surya dengan kriteria tersebut dapat dilihat dari kandungan SPF dan PA pada produk seperti body lotion yang akan digunakan. Semakin besar SPF dan PA maka perlindungannya juga semakin kuat, lho.

Kapan kita harus menggunakan tabir Surya?
Oleskan tabir surya pada seluruh permukaan tubuh yang terbuka 30 menit sebelum paparan sinar matahari. Gunakan kembali tabir surya setelah berenang atau berkeringat. Jika kamu berada di luar untuk waktu yang lama, pastikan mengaplikasikan kembali tabir surya setiap 2 jam ya! karena efek dari tabir surya tidak akan bertahan lama  hanya sekitar 2-3 jam. Karena itu, jangan berlama-lama berada di bawah sinar matahari setelah memakai sunscreen meskipun dengan SPF tinggi karena itu tidak menjamin kamu tidak mengalami sunburn.
Jadi, jangan ragu dan jangan lupa untuk rutin menggunakan tabir surya di tiap aktifitas luar yah! (Namira Putri Azzahra)

Sumber :

Citra Dewi. 2015. Tabir Surya (Sunscreen). Makalah Kosmetologi fakultas Farmasi Universitas Andalas . dikutip dari htps://www.academia.edu

No comments