Masukkan iklan disini!

Step 2 FSMD: Reorientasi Peran Pemerintah- Balai Besar POM

Photo : PH
 
FSMD (Food Safety Masuk Desa) yang merupakan inisiasi Badan POM RI yang memiliki tujuan terwujudnya pangan aman, bermutu, dan bergizi. Hal ini dimulai sejak produksi bahan pangan mentah hingga diolah dan siap dikonsumsi serta didistribusikan kepada konsumen. Setelah mengadakan analisis situasi dan kondisi desa terpilih, kegiatan FSMD dilanjutkan dengan kegiatan reorientasi peran pemerintah bersama Balai Besar POM. Kegiatan reorientasi dikemas dalam bentuk FGD (Focus Group Discussion). Kegiatan FGD ini bertujuan untuk mengadvokasi kegiatan FSMD,
terbangunnya sinergisme keamanan pangan, memfasilitasi lintas sektor di desa/kelurahan, serta memunculkan gagasan yang disepakati bersama.
Kegiatan ini berlangsung selama satu hari, pada tanggal 28 Mei 2014 di Hotel Santika Semarang. Dalam kesempatan ini, Balai Besar POM mengundang SKPD Jawa Tengah dan beberapa pihak lain yang terkait antara lain seperti Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip), Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, dan Koordinator FSMD. Dalam hal ini, FKM Undip diwakili oleh 6 orang mahasiswa dari angkatan 2012 dan 2011 yang berpartisipasi dalam kegiatan FSMD sebelumnya. Berbicara mengenai masalah pangan di Indonesia, tidak terlepas dari masalah kesehatan saja, melainkan masalah ekonomi, yang akan menimbulkan suatu “politik ekonomi” yang berdampak pada sektor pangan.
Menghindari arus politik ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, Kepala Balai Besar POM Semarang, Agus Prabowo MS. Poteker, mengajak stake holder agar dapat menyatukan “frame” mengenai keamanan pangan di Jawa Tengah. Agus Prabowo MS. Poteker juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjadikan Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian lumbung pangan Indonesia, sehingga tercapai kedaulatan dan kemandirian di bidang pangan. Keterlibatan mahasiswa sendiri bertujuan, agar dunia pendidikan melalui mahasiswa dapat menjadi penjuru bidang pangan dari segi penelitian dan kajian pangan. Sehingga nantinya masyarakat dan pemerintah tidak terlalu banyak “mencurigai” zat pangan atau mikrobiologi yang membahayakan bagi manusia, melainkan dapat memberi justifikasi ilmiah dari sudung pandang pendidikan.
Provinsi Jawa Tengah memiliki peluang besar dalam sektor pangan, mulai dari sektor pertanian, bahkan hingga perikanan. FGD ini juga diharapkan dapat menjadi pijakan awal sinergisitas antar sektor yang ada di Provinsi Jawa Tengah, sehingga kekuatan besar akan terbangun melalui kerjasama lintas sektor dalam pemberdayaan dan pengembangan wilayah. “Tantangan dan peluang harus diciptakan, jangan diselesaikan, agar kita bisa menjadi manusia unggul dan bermutu dibanding lainnya,” tegas Agus Prabowo MS. Poteker menutup sambutannya. (Nurul Jasmin)

No comments