Header Ads

iklann photo desain iklann_zps3y3df7gn.jpg

Ada Apa Dengan Senat Mahasiswa Universitas Diponegoro ?



 20190508_134318_0000.png
(Sumber : Ilustrasi Pribadi)
Tanggapan SM FKM mengenai permasalahan surat peringatan SM Universitas Diponegoro.

Permasalahan politik kampus akhir – akhir ini sedang ramai diperbincangkan. Kali ini dengan tokoh utama dari Senat Mahasiswa Universitas Diponegoro. Permasalahannya  dipicu dari surat terbuka beberapa SM F yang ditujukan untuk SM Undip, antara lain dari FH, FEB, dan FISIP.

Amanda Hesti, selaku ketua dari SM FKM memberikan penjelasan mengenai duduk permasalahan dari kasus tersebut, yaitu belum terlaksananya musyawarah mahasiswa (Muswa) di lingkungan kampus Pangeran Diponegoro ini. Ia menjelaskan memang komunikasi antara pimpinan SM Undip dengan SM F sendiri kurang baik. Lalu karena tidak kunjung memberi perjelasan tentang kapan akan diadakan Muswa, beberapa SM F memberikan surat peringatan kepada SM Undip. Berbeda dengan fakultas lain, SM FKM memilih jalan lain dalam menanggapi hal ini. SM FKM langsung mengadakan koordinasi antar senator FKM yang bertujuan untuk menjelaskan duduk permasalahan agar tidak ada salah persepsi. Dari koordinasi tersebut, mereka sudah melakukan diskusi bahwa memang harus dilakukan kajian dahulu sebelum menuntut atau memberi surat peringatan kepada SM Undip.

Sebenarnya dari pimpinan SM Undip sendiri langsung merespon beberapa surat dari SM F tersebut melalui grup pimpinan Senat. Respon yang diberikan berupa akan diadakannya Muswa dalam waktu dekat ini. SM FKM masih menunggu apakah dari SM Undip akan melakukan perubahan atau tidak, jika memang masih sama saja, SM FKM juga akan mengambil tindakan serupa dengan SM F lain.
Banyak yang menuntut agar segera dilakukan Muswa karena Muswa sendiri sangat penting untuk student government yang dijalankan oleh Ormawa Undip. Didalam Muswa, akan dibahas mengenai dasar – dasar, aturan, kedudukan, dan sistem Ormawa di Universitas Diponegoro.

Amanda berharap mahasiswa FKM maupun mahasiswa lain dapat melek mengenai politik kampus, karena hal ini memang penting diketahui oleh mahasiswa. “Dan untuk SMF lain, kita harus bisa sama – sama saling support, membantu SMU ketika mengalami kesulitan. Kinerja SMU akan sulit juga jika tidak mendapat support dan bantuan dari kita (SMF).” Ujar Amanda. (Devi Kurnia)

No comments