Header Ads

ad

Kami Perempuan, Kami Berani Bersuara

Sumber : www.institutomillenium.org.br

Apa yang begitu spesial dengan perempuan sampai harus dibuatkan peringatan hari untuk perempuan sedunia? Apakah hari ibu masih belum cukup untuk mengingatkan pada masyarakat akan kesetaraan gender? Kalau saya boleh menjawab, jawabannya adalah tidak. Walau modernisasi sudah memasuki berbagai jenjang kehidupan, namun nyatanya tidak menghapus berbagai tindakan diskriminasi gender. 
Tindakan diskriminasi gender tidak hanya terjadi negara manca. Bahkan di Indonesia, 139 tahun pasca Ibu Kartini dilahirkan dan memperjuangkan emansipasi wanita, diskriminasi gender masih lazim ditemui. Yang paling baru adalah pernyataan dari Kemenaker pada Oktober 2017 bahwa 30% pekerja alami diskriminasi gender. Diskriminasi gender yang terjadi di bidang ketenagakerjaan contohnya adalah : pelecehan seksual, perampasan hak maternitas, adanya kesenjangan upah, dan kesempatan yang tidak sama antara laki-laki dan perempuan untuk menduduki jabatan tertentu. Sayangnya hingga hari ini, belum ada payung hukum yang kuat yang mengatur mengenai kesetaraan gender karena RUU Keadilan dan Kesetaraan Gender belum juga disahkan.
Tidak ada jalan lain bagi perempuan untuk mengupayakan hak-haknya dan menolak diskriminasi gender selain bersuara. Menyuarakan aspirasi melalui maju menjadi anggota dewan, terjun bergabung bersama lembaga swadaya masyarakat yang fokus memperjuangkan hak-hak wanita,  atau melalui cara yang lebih mudah : menyuarakan lewat pers. Dalam UU No. 40 Tahun 1999 pasal 6 telah dinyatakan bahwa pers memiliki peranan untuk : memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan HAM, menghormati kebhinekaan, mengembangkan pendapat umum, melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Penjaminan oleh undang-undang inilah yang memberikan kesempatan dan perlindungan bagi setiap orang untuk mengutarakan pendapatnya melalui pers, termasuk wanita. Jadi untuk para wanita, MARI MULAI BERSUARA! (Emawati F.)

No comments