Header Ads

ad

Bambang Pramujo: “Gagal Mengelola Safety sama dengan Gagal Mengelola Bisnis”

Sumber: K3
Sabtu (23/09) Seminar Nasional K3 merupakan seminar rutin yang diselenggarakan setiap tahun oleh Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP. Pada kesempatan kali ini, Seminar Nasional K3 2017 dilaksanakan bertempat di UTC Semarang (Jln.Kelud Raya No.2-Semarang) dengan mengusung tema “How to Optimize the Implementation of Occupational Safety and Health in Mining, Geothermal, and Construction Business”. Seminar Nasional K3 2017 ini adalah seminar kali ke tujuh yang berhasil digarap oleh Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP. Acara dibuka pada pukul 09.32 WIB oleh Dekan FKM Undip, Hanifa Maher Denny beserta para tamu undangan dengan membunyikan angklung secara bersama-sama.
Seminar nasional ini mendatangkan empat pembicara yang telah banyak berpengalaman dan expert di bidang K3. Dimana pembicara pertama diisi oleh Direktur Pengawasan Norma K3 yaitu Herman Prakoso Hidayat yang memaparkan bahwa beberapa hal penting dalam pelaksanaan K3, diantaranya merupakan kebutuhan dan hak tenaga kerja dalam perlindungan K3 untuk mewujudkan kesejahteraan, mengurangi kerugian akibat kecelakaan kerja oleh manajemen, merupakan persyaratan perdagangan global, menciptakan tempat kerja yang sehat; aman dan produktif, dan K3 juga telah menjadi komitmen global. Beliau juga memberikan beberapa wejangan agar kita semua senantiasa mematuhi adab-adab K3 agar terciptanya keseimbangan program dari pemerintah. Sebagai penutup, beliau mengatakan “Keselamatan dan Kesehatan Kerja agar dilaksanakan secara konsisten  dan konsekuen berdasarkan ketentuan, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan serta kinerja pemerintah, dan supaya Indonesia berbudaya K3 dapat dicapai dengan baik”.
SHE implementation dalam perusahaan juga adalah salah satu materi yang sangat penting untuk diikuti dalam seminar nasional K3 ini. Bambang Pramujo telah menjelaskan, “Mengapa dalam perusahaan harus memegang prinsip K3 dengan baik? yaitu karena setiap orang/khususnya pegawai perusahaan, ingin pulang dengan selamat setiap hari sebelum maupun sesudah bekerja. Bagi perusahaan, gagal mengelola safety adalah sama dengan gagal mengelola bisnis. Pasalnya ketika terjadi sebuah kejadian yang tidak diinginkan dalam sebuah perusahaan atau yang sering disebut dengan penyakit/kecelakaan akibat kerja, ini justru akan sangat merugikan bagi perusahaan karena harus menanggung biaya akibat terjadinya kecelakaan kerja. Dalam hal bisnis, implementasi K3 sangatlah berpengaruh besar dalam keberlangsungan sebuah perusahaan”. ”sebab, potensi kecelakaan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja”, tambah Direktur Operasi 2 PT. Wijaya Karna (Persero) Tbk. Itu.

Implementasi K3 tidak hanya berhenti sampai PT. Wijaya Karna (Persero) Tbk. saja, “Dalam rangka mendukung visi KEMENAKER, PT. ADARO INDONESIA juga turut berkontribusi dan ikut andil dalam hal peningkatan mutu K3 di perusahaan”, tutur Jamri Langoy QHSE Operation Manager. Tidak hanya itu, “Perusahaan pertambangan bidang Geothermal juga menerapkan implementasi K3 dengan sangat hati-hati yang tetap mengacu pada peraturan kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral)”, jelas Zerry Antro, selaku SHE Senior Manajer PT. Star Energy Geothermal. (Yayang Indri)

No comments