Header Ads

ad

FIB Menolak Pemira, Ada Apa?

Photo: PH
PHCybersNews- Di tengah keramaian pelaksanaan Pemilihan Raya Universitas Diponegoro (Pemira Undip) yang berlangsung sejak 13 Oktober lalu, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip melakukan tindakan yang mengejutkan. FIB menolak segala macam agenda Pemira Undip. Salah satu bentuk penolakan mereka adalah dengan pemasangan spanduk yang menyatakan, “Kampus budaya menolak segala macam agenda Pemilihan Umum Raya Universitas Diponegoro 2014-2015”.

Saat ditanyakan alasan pemasangan spanduk tersebut, pihak FIB melalui Ketua Bem FIB Undip, Dinar, menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan suatu bentuk penolakan. Aksi tersebut bukan langkah awal penolakan, tetapi merupakan langkah kesekian kalinya. Gerakan mahasiswa yang mengatasnamakan ‘Aliansi Suara Undip’ telah memulai gerakannya dari awal, seperti masalah Pemilihan Rektor (Pilrek), kritisisasi masalah sumpah pemuda, kenaikan BBM, dan Pemira seperti saat ini. “Langkah pemasangan spanduk di display picture dan ke media dilakukan untuk bisa memberikan semacam suara ke publik, serta untuk menginfokan bahwa inilah sikap kita terhadap Pemira,” ucap Dinar (4/12).
Dengan adanya pemasangan spanduk ini, Dinar memiliki beberapa harapan diantaranya:
a. Bagi kawan-kawan mahasiswa organisatoris, “Sudah saatnya kita meninggalkan sistematika etnosentrisme, primordiarisme, keberpihakan kepada golongan yang mengangggap bahwa mereka saja yg paling benar; aku ingin mereka berfikir secara universal lagi dan berfikir secara merdeka, bebas”.
b. Bagi Mahasisa Baru (MABA), “Mereka harus menerima dan percaya apa yg dilakukan kakak-kakaknnya yg diamanahkan di Fakultas; tetapi, mereka jangan hanya menerima saja, melainkan juga harus mengikaji dan mempertanyakannya”.
c. Untuk Universitas Diponegoro, “Sudah saatnya kita meninggalkan keribetan involusi yang terjadi didalam”. (Novi Sulistia Wati)

No comments