Header Ads

ad

Menyambut Pesta Demokrasi Pilpres 2014

Photo : Rino
Tepat pukul 08.00 WIB pesta demokrasi terbesar Negara Indonesia dilaksanakan. Masyarakat yang mempunyai hak pilih mulai memenuhi Tempat Pemungutan Suara (TPS), tak terkecuali warga Tembalang, Semarang. Warga-warga mulai berdatangan ke TPS sejak TPS dibuka. Para warga terlihat antusias dalam menentukan siapa bakal calon presiden Indonesia
untuk periode lima tahun kedepan. Namun beberapa lokasi TPS terlihat sepi calon pemilih dikarenakan banyak calon pemilih yang belum mengetahui lokasi TPS nya. Adapun lokasi TPS di wilayah Tembalang, yaitu : TPS 1 RT 1 RW 1, TPS 2 Gang Kantor Pos, TPS 3 belakang SBC, TPS 4 kelurahan Tembalang, TPS 5 Sirojudin no.30, TPS 6 Gang Bulusari dekat maskam, TPS 7 RW4 belakang FPIK, TPS 8 Perumda Tembalang Baru , TPS 9 Perumdin Politeknik , TPS 10 Baskoro dan yang terakhir TPS 11di Bukit Diponegoro. Di setiap TPS dijaga oleh dua orang personil LINMAS untuk memastikan pemungutan suara berjalan aman dan lancar.
Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) Pilpres 2014 sendiri dipastikan berkurang dibanding saat pileg 2014 lalu. Salah satu anggota KPU Kota Semarang, Kharis Hidayat, yang kebetulan berada di lokasi mengatakan, jika pada pileg jumlah TPS ada 3.258, maka untuk pilpres cukup 2.996 TPS saja. “Dengan langkah ini KPU Kota Semarang telah melakukan efisiensi hingga 4 miliar,” katanya, Rabu (7/7). Meski jumlah TPS berkurang namun KPU menjamin masyarakat tidak akan kesulitan datang ke TPS terdekat karena pengurangan jumlah TPS telah diperhitungkan dengan jumlah pemilih serta lokasi TPS. Terkait aturan yang menyebutkan bisa memilih jika masih ada sisa 2% dari DPT, mengingat jumlah DPT yang sedikit di wilayah Tembalang, maka calon pemilih bisa memanfaatkan kuota tersebut. Namun, apabila kuota tersebut sudah terpenuhi maka calon pemilih bisa mencari TPS lain
Kondisi Tembalang yang biasanya ramai oleh aktivitas warga maupun mahasiswa, kini terlihat sepi. Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan pun terbilang lengang pada hari Pemilihan Presiden ini. Rata-rata kendaraan yang ada dijalan adalah kendaraan roda dua dan pengendaranya mampu memacu motor hingga kecepatan 60 km per jam. (afb)

No comments