Header Ads

ad

Mahasiswa Kesmas se-Indonesia Gelar Longmarch di Semarang

Photo : Jasmin
“Dukung KTR sekarang juga!!” Pekik itu terdengar terus menerus selama longmarch berlangsung. Longmarch dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini dimotori oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi bernama ISMKMI (Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia). Rute yang dilalui mereka selama longmarch yaitu Undip Pleburan-Jalan Pahlawan-Simpanglima-Kantor Gubernuran-Videotron Pos Polantas Simpanglima. Longmarch dan teatrikal kali ini mengambil tema “Stop Tobacco Industry Interference”.
Sekjend (Sekretaris Jendral) ISMKMI, Awal Ramanda, dalam orasinya menegaskan bahwa pemerintah telah dibodohi oleh industri rokok. Pemerintah juga lalai dan berbohong untuk melindungi
rakyatnya. “Kami di sini untuk mengapresiasi HTTS. Kami menuntut adanya dukungan secara tertulis dari pemerintah terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” ucap mahasiswa Unsoed ini secara tegas kepada reporter PH.
Menurut pemuda yang biasa disapa Awal ini, PP terkait tembakau kurang diaplikasikan. Sehingga perlu adanya regulasi lebih lanjut. Selama ini pemerintah tidak pernah secara tegas mengaplikasikan PP tersebut.
Orasi di depan gedung gubernuran sempat memanas ketika perwakilan dari DPRD Jateng menyatakan bahwa pimpinan tidak ada di tempat. Namun seperti api yang disiram minyak tanah, semangat mahasiswa mendesak masuk justru semakin onfire. Sampai pada akhirnya sang Sekjend dan beberapa perwakilan mahasiswa lainnya diperbolehkan masuk.
Sesaat sebelum rombongan mahasiswa ini meninggalkan gedung gubernuran, terdapat beberapa orang yang menghisap rokok di depan mereka. Orang-orang ini seakan tak punya rasa malu. Bahkan ketika diminta mematikan rokok, mereka hanya tersenyum tanpa mematikan rokoknya. Ini salah satu bukti kecil kurang tegasnya aturan yang dimiliki oleh pemerintah. Bahkan di hari tanpa tembakau sedunia pun masih ada orang-orang yang dengan santainya merokok di tempat umum. Bahkan di depan mahasiswa yang sedang memperjuangkan KTR.
“Kita tidak benci perokok. Kita hanya punya hak untuk menghirup udara bebas,” tutur Luthfiyah Rizqulloh, Korwil 3 ISMKMI.(Amel R.)

2 comments: