Header Ads

iklann photo desain iklann_zps3y3df7gn.jpg

Seruan Aksi: Seribu Bunga untuk Duka Indonesia

Sumber : Dokumen Pribadi

RUU KPK sudah diketok oleh DRR RI, namun geliat kontra terus berteriak dari berbagai elemen termasuk mahasiswa. Minggu malam, tepatnya pukul 19.00 WIB digelar “Seruan Aksi : Seribu Bunga untuk Duka Indonesia”. Aksi tersebut dilaksanakan di Tugu Muda Semarang, yang diprakarsai oleh aliansi BEM se-UNDIP, dan diikuti oleh mahasiswa UNDIP. Acara dimulai dengan orasi dari masing-masing ketua BEM per fakultas UNDIP. Di iringi dengan berbagai lagu seperti “Totalitas perjuangan”, “ Maju tak gentar” dan lagu nasional “Ibu Pertiwi” Acara puncak dari aksi ini yaitu pemberian bunga mawar kepada pengguna jalan sebagai bentuk duka atas disahkannya RUU KPK.

“Tujuan digelarnya aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan ceremonial sebagai pressure karena isu KPK semua elemenen bergerak mulai dari aktivis, akademisi dan mahasiswa makanya kita kasih pressure atas nama mahasiswa UNDIP dengan aksi ini ada empat poin sikap pernyataan yang ada di OA BEM UNDIP.” Ucap Arrazi koordinator aksi

          Selain dari kalangan mahasiswa UNDIP yang turut hadir dalam aksi tersebut ada beberapa warga yang menyaksikan aksi yang di tugu muda tersebut.  Menurut Panji, salah seorang warga yang menyaksikan aksi menuturkan bahwa acara yang dilaksanakan bagus, dan juga memberi pesan dan masukan untuk tidak anarkis dan juga saling menjaga keselamatan karena lalu lintas yang padat.

          Tidak hanya itu seorang warga yang bernama Putri ikut menyuarakan pendapatnya tentang  gelaran aksi ini. Putri menuturkan bahwa koordinasi dengan keamanan sekitar agar tidak mengganggu, dan jangan terlalu lama agar tidak mengganggu jalan.

Seruan aksi tersebut ditutup dengan mahasiswa yang bergerak menuju pelataran Tugu Muda dan doa bersama dari berbagai jenis keyakinan. (Tim PH)

No comments