Header Ads

ad

Program SEBAYA Lestarikan Budaya Jawa

Photo : PH
Era globalisasi dan teknologi yang saat ini berkembang tidaklah pantas untuk menghanyutkan berbagai keelokan bangsa Indonesia. Mahasiswa, sebagai calon penerus bangsa, seharusnya mampu menjunjung tinggi keanekaragaman daerah yang menjadi ciri khas negeri ini. Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa gabungan dari beberapa fakultas di Universitas Diponegoro yang beranggotakan Delima Rahayu Istiqomah (ketua PKM-M), Rahayu Norma, Ulfa Isnani, Deanisa Korifias, dan Yanti Yosephin. Mereka berhasil merealisasikan kegiatan yang berbau tradisional lewat sebuah program pengabdian.
Tim PKM-M Universitas Diponegoro dengan judul program “SEBAYA” Upaya Menumbuhkembangkan Seni dan Dolanan Pada Anak Usia Dini di Kelurahan Tembalang, Semarang ini
telah melaksanakan pembukaaan. Acara pembukaan dilaksanakan pada 22 Maret 2014, pukul 07.30 WIB di TK PGRI 33 Sumurboto, Tembalang.
Kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan kurang lebih selama sebulan sampai dengan akhir April. Waktu kegiatan dijadwalkan dua kali pertemuan dalam seminggu, yaitu pada hari Jumat dan Sabtu.“Serangkaian kegiatan ini seperti pengenalan wayang, permainan tradisional, dan menyanyikan lagu tradisional Jawa Tengah,” ujar Delima (22/3).
Kegiatan pengabdian ini dikemas dalam bentuk belajar dan bermain. Pembukaan acara pada pagi hari disambut antusias oleh dewan guru TK, peserta didik, serta orang tua murid yang mendampingi. Dosen pendamping para mahasiswa ini pun hadir dalam acara pembukaan tersebut. “Kegiatan ini tujuannya untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya Jawa dan mencetak generasi peduli karya dan seni daerah Jawa khususnya Jawa Tengah,” ungkap Delima (22/3).
Sebelum acara inti dimulai, para peserta didik telah terlihat siap dengan menggunakan seragam “SEBAYA 2014” yang telah dibagikan oleh tim PKM-M. Racikan demi racikan dikemas dalam konsep sederhana akan tetapi mempunyai makna yang sangat penting. Kegiatan dimulai dengan pengenalan wayang punakawan. Sebelumnya para peserta didik dibagikan kertas pretest untuk menguji kemampuan dalam pengenalan wayang. Selanjutnya tim PKM-M menjelaskan mengenai wayang punakawan tersebut. Tak lupa para peserta dipertontonkan video wayang sesuai dengan usia mereka. Tujuannya agar mereka lebih mengenal tentang perwayangan.
Berbagai tingkah lucu dan unik ditunjukkan oleh para peserta, Hal tersebut justru mampu mengangkat semangat untuk mengetahui asal muasal kesenian asli Indonesia. Tak hanya untuk peserta saja, para orang tua pun dibagikan kuesioner sebagai bukti partisipasi orang tua peserta terhadap program tersebut. (Delima Rahayu Istiqomah)

No comments