Pengendalian Arus Informasi Bagi Kesehatan Mental (Studi Hoax Covid-19 Terhadap Kesehatan Mental)

 

Sumber : Google


    Covid-19 merupakan virus baru asal Wuhan, RRC yang melanda sejak akhir tahun lalu menjadi sorotan publik beberapa bulan terakhir ini. Bermunculannya kasus pasien positif Covid-19 ini memancing kecemasan bahkan kekhawatiran masyarakat. Berbagai informasi baik dari media online maupun sosial media memiliki pengaruh bagi kondisi kejiwaan maupun kesehatan mental individu. Berita hoax tentang Covid-19 ini menimbulkan kecemasan, kebencian dan bahkan rasisme di kalangan masyarakat luas (Kadam dan Atre dalam Ruddin, 2020, h. 18). Yang menjadi kecemasan bukan hanya karena penyebaran virus maupun kasus positif yang bermunculan. Akan tetapi dampak dari pandemi ini mengakibatkan terjadinya PHK besar- besaran yang mengakibatkan terhentinya produksi dan pemotongan upah, kebijakan lockdown maupun social distancing. Kebijakan lockdown ini memaksa masyarakat untuk memfokuskan seluruh aktivitasnya di rumah masing-masing sehingga masyarakat kehilangan interaksi tatap muka dan intervensi social tradisional. Walaupun komunikasi dapat dilakukan lewat jaringan internet, interaksi tatap muka tetap tidak tergantikan. Selain itu, kecemasan akibat pandemi ini akan memunculkan egoisme seperti panic buying, perilaku kapitalis, xenofobia, dan kecenderungan untuk mempercayai setiap berita di sosial media (Nicomedes & Avila, dalam Ruddin, 2020, h. 18). Perilaku panic buying selama pandemi Covid-19 ditemukan di berbagai belahan dunia, mulai dari benua Eropa, Amerika, Australia, bahkan Asia. Hal ini akan mendatangkan dampak yang lebih buruk seperti kekacauan dan terganggunya stok pangan dan alat kesehatan.


    Dari data yang diperoleh pada tanggal 27 Maret 2020, Indonesia telah melaporkan kasus Covid-19 dengan jumlah pasien positif sebanyak 1046 kasus, pasien sembuh sebanyak 46 dan pasien meninggal sebanyak 87 orang (Pramudiarja dalam Rahayu et al, 2020, h. 61). Di tengah pandemi yang semakin mencemaskan masyarakat, begitu banyak beredar hoax mengenai Covid-19. Pertanyaan besar dalam aritkel ini adalah bagaimana individu mengendalikan informasi palsu atau hoax di media online mengenai Covid-19 ?

Ada beberapa tips cara mengendalikan informasi palsu atau hoax di media online menurut inet.detik.com, antara lain :

1. Bersikap skeptis terhadap judul

    Dengan sikap ini, membuat individu semakin terus mencari apakah berita ini benar atau tidak.

2.   Mengecek sumber informasi

                 Dengan mengecek sumber informasi, individu dapat mengindikasikan adanya hoax         pada berita tersebut atau tidak.

3.   Lihat berita atau informasi lainnya

4.   Melihat informasi resmi dari otoritas kesehatan local maupun global.

         Itulah  beberapa  cara  untuk  mengendalikan  informasi  hoax  terhadap  isu         Covid-19 ini. Diharapkan dapat memberi wawasan baru bagi pembaca. (Rifka Rizqina Lutfi)


Daftar Literatur

Ruddin, Fajar. 2020. Dinamika Kesehatan Mental Penduduk Arab Saudi Selama Pandemi

Covid-19. Vol. 17, No. 1. Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam.

Rahayu et al. 2020. Analisis Berita Hoax Covid-19 di Media Sosial di Indonesia. Vol. 1, No. 9. Intelektiva : Jurnal Ekonomi, Sosial dan Humaniora.

Inet.detik.com. 2020. 5 Tips Terhindar Dari Covid-19

No comments