Pengenalan Mengenai Gangguan Kesehatan Mental

(sumber : google)

        Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga mahal harganya. Tidak hanya fisik saja yang dapat terganggu kesehatannya, namun mental pun juga dapat terganggu. Ada banyak faktor mengapa seseorang dapat terkena gangguan kesehatan mental. Sebelum membahas faktor penyebab gangguan kesehatan mental, mari kita mulai dengan pengertian tentang kesehatan mental dan gangguan kesehatan mental. Sama dengan penyakit fisik, kesehatan mental juga ada obatnya, namun jika gangguan kesehatan mental ini tak segera diobati, tentu saja akan menyebabkan rasa gelisah pada penderita serta lingkungan sekitarnya.

        Kesehatan mental adalah kondisi di mana seseorang merasakan suasana hati yang nyaman, dapat mengatasi diri dari tekanan yang ada, serta dapat menciptakan suasana yang positif bagi hidupnya dan lingkungannya. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri, sedangkan gangguan kesehatan mental adalah penyakit yang memengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya. Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, kesehatan jiwa adalah kondisi di mana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

        Menurut artikel Alodokter, munculnya gangguan jiwa dapat disebabkan oleh banyak faktor misalnya trauma berat, faktor genetik, penggunaan obat-obatan terlarang, dan riwayat keluarga yang memiliki gangguan jiwa. Jenis-jenis gangguan jiwa yang kerap ditemui di masyarakat luas ada gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, gangguan psikotik, gangguan suasana hati, gangguan makan, gangguan pengendalian impuls dan kecanduan, gangguan obsesi kompulsif (OCD), dan gangguan pasca trauma (PTSD).

        Saat ini menurut Data Info Kesehatan Jiwa Indonesia, perkiraan jumlah penderita gangguan jiwa di dunia adalah sekitar 450 juta jiwa termasuk skizofrenia (WHO, 2017). Sedangkan di Indonesia sendiri menurut Riskesdas 2018 menunjukkan gangguan depresi sudah mulai terjadi sejak rentang usia remaja (15-24 tahun), dengan prevalensi 6,2%. Pola prevalensi depresi semakin meningkat seiring dengan peningkatan usia, tertinggi pada umur 75+ tahun sebesar 8,9%, 65-74 tahun sebesar 8,0% dan 55-64 tahun sebesar 6,5%.

        Maka dari itulah penting bagi kita untuk menyadari akan menjaga kesehatan mental baik diri sendiri maupun orang lain. Semoga sehat selalu. (Aurelia Almanda Prinarenti, Universitas Diponegoro)


Sumber Penulisan:

https://www.seributujuan.id/id/apa-itu-kesehatan-mental

https://www.alodokter.com/kesehatan-mental

https://www.bola.com/ragam/read/4276198/40-kata-kata-bijak-pentingnya-menjaga-kesehatan-bisa-jadi-kunci-kebahagiaan https://www.alodokter.com/macam-macam-gangguan-jiwa-yang-umum-terjadi file:///C:/Users/User/Downloads/InfoDatin-Kesehatan-Jiwa.pdf

No comments