Gejala Kecemasan di Tengah Ketidakpastian Pandemi


    Sumber : Google

Di tengah Pandemi ini kita seringkali dihadapkan dengan berbagai berita di berbagai media. Mulai dari media cetak seperti koran dan majalah hingga ke media massa seperti televisi, internet, bahkan koran sudah mengalami perubahan ke e-paper. Pandemi yang merebak semenjak Desember 2019 silam masih bertahan hingga September 2020 ini. Pandemi di tengah era globalisasi merupakan hal yang baru pasalnya, pandemi- pandemi besar lainnya dimulai sebelum teknologi digunakan secara masif. Dengan ponsel yang ada di genggaman tangan tiap pengguna, maka semua informasi dapat diakses dengan sentuhan jari. Memang, dengan teknologi tersebut sangat memudahkan penggunanya dalam memperoleh informasi yang positif seperti mengetahui gejala dari wabah, karakteristik hingga pencegahannya. Namun, bukan hanya dampak positif yang dihasilkan oleh teknologi tersebut.

Dengan mudahnya mengakses informasi, berarti menyebarkan informasi juga merupakan hal yang mudah. Namun sayangnya kemudahan ini tidak selalu memberikan dampak positif, berita yang menyimpang dari kebenarannya atau yang biasa disebut sebagai hoax juga kerap di sebar oleh pengguna internet yang kurang bertanggung jawab. Padahal dampak yang diakibatkan oleh berita bohong bukan hanya sebatas menyebarkan kepanikan, akan tetapi juga berdampak pada individu yang rentan akan gangguan mental. Berita yang tidak benar dapat menyebabkan ketakutan hingga kepanikan. Pada kasus ini ada individu yang rentan mengalami gangguan kecemasan. Gangguan mental dengan tingkat prevalensi yang cukup tinggi ini dapat terjadi pada siapapun. Apalagi di tengah pandemi dengan kondisi yang tidak pasti seperti ini yang memiliki peranan besar pada kondisi mental sejumlah individu.

Rasa takut, cemas, dan gugup merupakan hal yang wajar, apalagi di tengah pandemi ini. Akan tetapi, apabila sudah mengalami rasa takut dan cemas yang luar biasa hingga menggangu rutinitas dan kemampuan dalam beraktivitas sehari-hari, maka patut dicurigai apakah hal tersebut termasuk dalam gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Gejala yang disebabkan oleh gangguan kecemasan pun beragam seperti berikut:

1.                1. Rasa Ketakutan yang Berlebihan 

        Rasa takut akan berbagai kemungkinan di tengah pandemi ini memang                      merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, apabila hal tersebut sudah mengganggu                  seorang individu dalam beraktivitas, maka gejala ini patut diwaspadai. 

2.               2. Mengalami Nyeri Otot, Perut, Maupun Kepala

          Gejala ini juga kerap dirasakan oleh pengidap gangguan kecemasan.

3.               3. Mengalami Kesulitan dalam Berkonsentrasi

        Individu yang mengidap gangguan kecemasan mengalami gejala ini yang jelas             mengganggu dalam beraktivitas. 

4.                4. Sering Mengalami Serangan Panik 

        Serangan panik seperti jantung yang berdebar, mual, lemas, hingga keringat               dingin kerap ditemui pada individu dengan gangguan kecemasan.

Jika anda mengalami gejala seperti diatas, maka sebaiknya berkonsultasi dengan pihak profesional sebab gejala di atas merupakan gejala dari gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan dalam mencegah gangguan kecemasan tersebut seperti membatasi dari informasi yang berlebihan, memverifikasi informasi yang diterima dari siapapun, mengalihkan ke kegiatan yang positif, tetap bersosialisasi walaupun via daring hingga berolahraga walaupun harus berolahraga di rumah. Nah, dari informasi di atas, menjaga kesehatan mental merupakan hal yang sangat penting di tengah pandemi ini.(Reza Gibran Sudrajat)

No comments